PUISI: Cinta & Benci

Posted on November 27, 2009

0



wpid-foto-comics.jpg

Dokumen pribadi.

 

Setiap orang diciptakan untuk saling mencintai. Tetapi, mengapa ada kebencian? Perasaan benci berarti bukan cinta. Perasaan benci pasti berbeda dengan cinta. Bentuk perlakuan membenci pasti berbeda dengan mencinta.

Tuhan senantiasa mencintai manusia. Apakah Tuhan membenci manusia?

Jika Tuhan menciptakan hati untuk mencintai, mengapa hati yang diciptakan bisa menumbuhkan perasaan benci. Benci bukan berarti Benar-benar Cinta. Benci ya Benci. Tidak suka. Tidak Cinta. Jika ditanya, bagaimana benci itu tumbuh? Jawabnya pasti di hati. Hati yang membenci. Meski, banyak orang memandang kebencian dengan mata namun mata yang benci berawal dari hati.

Saat mencintai, pasti kita sulit untuk membenci. Begitu pun sebaliknya. Saat membenci, kita pun tidak bisa untuk mencinta.

Jika cinta bertumbuh dari hati, mengapa hati yang sama mampu menumbuhkan benci?

Cinta. Benci.

Dua hal yang berbeda.

Jika kita membenci, kita tidak pernah punya kesempatan untuk mencintai. Saat kita mencintai, kita pun tidak punya kesempatan untuk membenci. Lantas, mengapa kita tidak memulai dengan mencintai seseorang?

Tuhan hanya menciptakan satu hati. Hati yang berkembang untuk mencintai, bukan membenci.

Cinta selalu menumbuhkan kedamaian. Cinta menumbuhkan kebahagian.

Benci selalu menumbuhkan pertengkaran.

Cinta berasal dari Tuhan. Lantas, darimana benci bisa muncul?
Hanya Anda dan perasaan benci itu yang tahu.

Selamat mencintai!

Advertisements
Posted in: FICTION, MARRIAGE