Sukses Itu Terkadang Tidak Terlihat

Posted on December 29, 2012

0



wp-image-1775345742jpeg.jpeg

Apa yang menjadi ukuran sukses dalam hidup?

Kalimat tersebut melintas dalam kepalaku, saat menjelang akhir tahun. Akhir tahun kerap dijadikan bahan refleksi bagi setiap orang untuk melangkah di tahun berikut untuk lebih baik lagi.

Sukses identik dengan segala sesuatu yang terukur secara normatif yang berlaku di masyarakat dan terlihat secara visual bentuk konkritnya seperti gelar pendidikan, atau kepemilikan barang. Orang yang membawa mobil bagus dan punya rumah megah dianggap sukses dibandingkan orang yang tak punya mobil bagus dan rumah megah padahal dia sudah sukses bertahan hidup di Jakarta, misalnya. Sukses adalah capaian individual yang diwujudkan dengan sesuatu yang dianggap melampaui dari kewajaran.

Tidak semua orang bisa membeli mobil mewah, maka dia dianggap sukses. Atau, tidak semua orang di usianya dan dari suku bangsanya yang terpencil bisa bertahan di Jakarta, sehingga dianggap sukses. Tapi, apa itu sukses?

Ukuran sukses dipandang pada kuantitas, pada jumlah dan frekuensi bukan pada kualitas diri yang bisa saja menurut pengakuan individu tersebut saya sudah sukses. Orang tua yang salah menanamkan nilai kesuksean dan memperlakukan kesuksesan anak dengan capaian nilai yang tinggi dibandingkan seberapa tinggi anak berjuang untuk meraih nilai tersebut, meski hanya dapat nilai jelek.

Kembali kita merefleksikan diri, apakah sukses sekedar materi? Proses hidup seseorang sepanjang tahun adalah kesuksesan yang berharga. Lihat, betapa aku sudah melewati kesukaran dalam pekerjaan, mengatasi persoalan hidup dengan lebih sabar atau mampu bertahan di tengah pola konsumtif dan tuntutan kebutuhan. Sukses yang sebenarnya berasal dari dalam diri, kualitas pirbadi yang bertumbuh dan berakar jadi lebih baik.

Advertisements
Tagged:
Posted in: PSYCHOLOGY