Karnaval Di München Menjelang Rabu Abu

Posted on March 4, 2014

0



image

(Mereka menjual minuman lokal khas Glühwein, rasanya hangat. Minuman pengusir dingin. Dokumen pribadi)

image

image

(Mereka datang mengenakan kostum)

Besok tanggal 5 Maret diperingati sebagai Rabu Abu bagi umat katolik di seluruh penjuru dunia. Sebagai negara mayoritas katolik, Jerman memiliki tradisi yang unik untuk menandai masa prapaskah tersebut. Mengawali tradisi masa prapaskah dengan beragam cara dan kebiasaan yang berlaku di tiap wilayah berbeda-beda. Di München tradisi Rabu Abu diawali dengan karnaval dan menggelar acara di pusat kota München. Ada panggung hiburan mulai yang tradisional hingga modern, lengkap tersedia. Ada pula pusat jajanan yang menjual cemilan, minuman atau makanan juga ada. Banyak orang datang dengan mengenakan kostum ajaib dan mencolok sambil merayakan bersama di tengah dinginnya musim saat itu.

image

(Camilan yang juga dijual. Kacang tapi rasanya manis. Harganya 3 Euro. Dokumen pribadi.)

Aschermittwoch begitu mereka menyebut Rabu Abu besok. Tradisi ini sudah lama mereka lakukan untuk mengakhiri masa pesta atau bersukaria karena besok adalah masa prapaskah sudah dimulai. Artinya, tidak ada lagi hingar bingar pesta dan sukaria sampai masa prapaskah berakhir.

Di pusat perbelanjaan semacam Galerie, saya menjumpai anak-anak usia sekolah dengan didampingi orangtua dan guru mereka tampak asyik berhias diri dengan kostum dan merayakan bersama dengan aneka musik dan hiburan. Sepertinya hari karnaval, hari libur sekolah. Ada kawan bercerita di Bonn malah anak-anak diliburkan selama beberapa hari untuk menandai Rabu Abu ini.

Rabu Abu mau mengingatkan kita sebagai pribadi untuk “tidak sombong” dan melakukan kerelaan diri lewat tapa pantang dan puasa sebagaimana yang dapat kita lakukan. Masing-masing diri punya pengalaman dan kebiasaan spiritual untuk melakukannya.

Bukan betapa banyak dan bagusnya kita berpantang atau berpuasa tapi bagaimana kita dipersiapkan untuk menyambut kemuliaan Yesus Kristus sang Mesias, yang telah wafat bagi kita.

Selamat memasuki masa prapaskah, Saudaraku!

Advertisements
Tagged: