Hari pernikahan tentunya berkesan bagi siapa pun yang merayakannya karena dianggap sebagai hari bersejarah untuk memulai pilihan hidup bersama orang yang dicintai. Di masa kini pun begitu banyak tawaran konsep rencana pernikahan dengan segudang impian yang menjanjikan sehingga perayaan jadi “raja dan ratu” sehari benar-benar bermakna. Tentunya perayaan pernikahan berkesan tidak hanya bagi kedua mempelai tetapi juga mereka yang termasuk kaum keluarga dan kerabat bahkan tamu undangan yang hadir.

Dunia industri yang berkaitan dengan jasa persiapan hingga pelaksanaan perkawinan kini mulai bertaburan seiring dengan permintaan agar perayaan bersejarah tersebut dapat terlaksana menarik dan mengesankan. Tak jarang mereka yang hendak menikah mulai merancang dan mempersiapkan jauh-jauh hari agar pelaksanaan perhelatan berlangsung maksimal. Semua ingin yang terbaik, tentunya. Tetapi apakah pernah dipikirkan tentang biayanya?

Syukur jika anda sudah memiliki semua biaya yang diperlukan untuk pernikahan anda! Syukur pula jika anda termasuk satu dari sekian banyak pasangan yang beruntung bisa merayakan pesta mewah seperti “raja dan ratu” sehari. Gaya hidup dan tuntutan menjadi salah satu faktor untuk melaksanakan pesta pernikahan mewah nan bersejarah itu, namun apakah ini menjadi faktor kebahagian dalam perkawinan?

Di tahun 2014 sebuah studi yang dilakukan oleh dua professor di Universitas Emory menyatakan bahwa cincin pernikahan berkorelasi dengan tingkat perceraian. Jika cincin berharga murah dikatakan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah. Selain itu, pernikahan yang menghabiskan biaya lebih rendah ternyata memiliki pernikahan yang tahan lama ketimbang mereka yang telah royal menghabiskan biaya pesta pernikahan.

Menurut dua professor ini, pasangan yang menghabiskan biaya pernikahan rendah (sedikit) memiliki beban keuangan yang berkurang. Disinyalir ketegangan pernikahan bisa dipicu oleh beban keuangan di antara pasangan, termasuk soal biaya pernikahan. Hal ini bisa menimbulkan konflik dalam pernikahan nantinya.

Studi pertama ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara biaya pernikahan dengan lama pernikahan yang dilakukan terhadap 3.151 orang dewasa di Amerika Serikat. Salah satu temuan studi menunjukkan pasangan yang menghabiskan kurang dari USD 1,000 untuk pesta pernikahan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah.

Di luar biaya pernikahan dan harga cincin, studi ini juga menambahkan bahwa semakin banyak jumlah orang yang menghadiri pernikahan, semakin rendah tingkat perceraian.

Sedangkan di Inggris, sebuah survey dilakukan oleh “Majalah Pengantin” kepada para pembacanya. Hasilnya diperoleh bahwa rata-rata pasangan di Inggris menghabiskan £ 24.700 pada pernikahan mereka dan harga rata-rata cincin sebesar £ 2.451.