Sebagai perempuan, kita kerap dihadapkan pada berbagai informasi yang bisa jadi mitos. Mitos yang belum tentu fakta memang bisa dipercaya, termasuk soal kopi.

Pagi ini temanku yang sedang hamil bercerita bahwa ia dilarang minum kopi oleh suaminya. Suaminya berkata, “Eits, perempuan hamil tidak boleh minum kopi. Ingat, ada kafein di dalamnya.” Saat ditanya balik, jawabannya karena kopi mengandung kafein.

Jika minum kopi saat hamil, kulit anak akan bisa menjadi hitam?

Dulu sewaktu SMA, guru biologi saya bercerita bahwa anaknya yang sulung berkulit lebih hitam daripada dia. Alasannya, guru saya ini suka minum kopi saat hamil. Ia bahkan merasa kecanduan dan meminum kopi hingga lebih dari dua kali sehari.

Sebenarnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah perihal meminum kopi dengan warna kulit bayi saat hamil. Warna kulit bayi lebih ditentukan oleh genetik atau apa yang diturunkan oleh orangtua.

Lalu apakah meminum kopi saat hamil bisa menurunkan kecerdasan bayi dan mempengaruhi perilaku anak kelak?

Baru-baru ini American Journal of Epidemiology merilis studi bahwa perempuan hamil meminum kopi dalam jumlah normal atau rata-rata dipercaya tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Bahkan dikatakan jika kafein yang terkandung dalam kopi tidak mempengaruhi masalah perilaku (behavior disorder) bagi anak.

Perilaku perempuan hamil meminum kopi dalam ambang batas satu atau dua gelas sehari tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak, masalah perilaku atau obesitas. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan kafein ibu mereka dengan obesitas anak yang mereka kandung.

Peneliti juga menyarankan agar perempuan hamil menghindari minum kopi terlalu banyak karena dapat mempengaruhi detak jantung bayi. Beberapa penelitian lain menunjukkan kafein yang terlalu banyak berisiko keguguran.

Menurut saya, apa pun sebaiknya dilakukan dalam jumlah normal dan tidak berlebihan. Karena saat hamil, anda tidak hanya mengkonsumsi untuk diri sendiri tetapi anak anda juga.