Ada yang Berbeda dari Rujak KL, Malaysia


Rojak, rujak khas KL Malaysia. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Beberapa kali berkunjung ke Malaysia, saya tidak pernah sempat membeli rujak khas negeri jiran ini. Apakah ada yang berbeda dari sekedar rujak yang ada di Indonesia atau semacam salad buah seperti yang dijumpai di Thailand? Saya suka rujak dan biasanya saya pesan buah-buahan yang dicampur adalah buah yang tidak masam ditambah bumbu rujak cukup dua cabai saja. Lalu bagaimana di Malaysia? 

Suatu kali saya berhenti KLCC untuk transit dan pindah pesawat menuju negeri yang lain. Sambil transit, saya berkeliling mencari panganan yang enak. Di salah satu tenant yang ditawarkan  ada rojak, bukan rujak. Begitu mereka menulis dagangannya. Saya lupa harganya karena tergiur untuk membelinya saat dirasa nikmat pastinya menunggu jeda transit dengan sepiring rujak. 

Untuk isi rojak, memang berbeda dari rujak yang biasa saya beli di Jakarta, Bogor dan Bandung sekitarnya. Ada campuran sayur yang sudah direbus dulu. Ini jadi mengingatkan saya pada rujak cingur khas Jawa Timur, yang memasukkan sayuran dalam rujak. Selain itu ini yang membedakan pula yakni tahu pong yang dipotong kecil-kecil. So, ternyata berbeda ‘kan rujak dengan rojak? 

Untuk buah-buahan saya pikir adalah hal wajib dimasukkan dalam rujak. Jadi selain buah-buahan segar seperti pepaya, mangga, ketimun, nanas. Ada pula sayuran rebusan plus tahu. Lalu diberi saus kacang. 

Saus kacang ini juga berbeda. Jika saya terbiasa makan rujak dengan saus kacang yang sudah dihancurkan sebelumnya dan kental, sehingga untuk merasakannya colek ujung buah dengan saus kacangnya. Untuk rojak, saus kacang dibiarkan encer dan terasa sekali rasa belacang di dalam saus. Belacang adalah sebutan terasi di Malaysia. Di akhir, kacang tanah tumbuk yang tidak begitu halus ditaburkan di atas. 

Selanjutnya hal yang membedakan juga adalah rojak menggunakan kerupuk sebagai topping. Kerupuk yang digunakan terasa seperti kerupuk udang. Hmm, rasa rojak ini memang luar biasa nikmat juga. Tak kalah dengan rujak yang biasa saya makan. 

So, apakah anda tertarik mencobanya? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s