Cicipi Wisata Kuliner ala Shenzhen di Malam Hari

Posted on March 7, 2017

0



Setelah Pizza jajanan pinggir jalan yang saya tulis di sini, kini saya mau bahas wisata kuliner lain sepanjang malam hari yang saya jumpai. Apa saja? 

1. Bubur

Yups, tak ubahnya di Indonesia, di sini ada bubur juga loh. Yang membedakannya kekentalan bubur yang berbeda dengan bubur di Indonesia. Bubur di sini encer berkuah. Lalu di dalamnya sudah ada isian sesuai selera. Saya pilih bubur ayam maka ada irisan daging ayam, cakwe, sedikit kacang tanah sepertinya,  irisan wortel dan bawang goreng. 

Saya dapatkan di restoran yang menjual aneka bakmi, bakso dan pinggir seperti di Jakarta. Harga bubur 8 RMB. Mereka akan menyajikannya panas-panas dalam mangkok. 

Sementara saat sarapan pagi di hotel, saya dapatkan dua macam bubur. Bubur polos dan bubur berisi sayur. Untuk topingnya bisa ditambahkan sesuai selera seperti kacang tanah, acar sayur, telur pitan, dan lain – lain. 

2. Sate 

Aneka sate dari seafood seperti udang, cumi, bakso ikan hingga jamur. Ada bumbu yang dicelupkan sesuai selera sate yang terpilih. 

3. Aneka irisan pork

Ini dijual dari mulai daging, usus, kuping hingga segala macam soal pork. Banyak yang antri membelinya. 

4. Aneka teh

Saya coba salah satu teh yang dijual, saya dengar mereka menyebut yasmin. Pikir saya, itu pasti teh yasmin, lumayan menghangatkan badan. Rupanya teh rasanya pahit luar biasa. 

Tak ada yang bisa memberi penjelasan jenis aneka teh yang dijual karena pedagang dan penjual yang saya temui saat itu tidak ada yang bisa berbahasa English. 

Harga teh bervariasi sesuai jenis yang dipilih mulai 5 RMB – 10 RMB. Penjual akan mengisi botol seukuran 330 ml lalu menyegelnya seperti minuman baru. 

Beberapa jajanan lokal lainnya adalah aneka bakmi. 

Selamat bertualang rasa! 

Advertisements
Posted in: FOOD, TRAVELING