Bertanyalah, Anda Akan Tahu!

Posted on July 26, 2017

0



Ketika suatu kali, saya mengikuti kuliah. Dosen saya, seorang ahli komunikasi mengatakan begini. “Banyak komunikasi yang dimulai dari asumsi.” Katakanlah, dia bahagia. Apa benar dia bahagia? Anda bisa berasumsi dari posting status dan foto di fesbuk. Atau anda bisa tahu dia bahagia karena anda kerap melihat dia tersenyum atau tertawa. Tetapi pernahkah anda bertanya, apakah dia sungguh-sungguh bahagia? Itulah komunikasi. 

Dalam hidup pemikiran kita lebih banyak dipenuhi asumsi ketimbang rasa ingin tahu. Kita malu bertanya. Kita tidak mau terkesan ‘bodoh’ juga kemudian memilih jadi ‘sok tahu’ daripada ‘pura-pura’ bodoh. Mengapa tidak memulai komunikasi dengan bertanya? 

Benar juga bahwa diperlukan pertanyaan tingkat tinggi untuk mendapatkan jawaban yang cerdas pula. Bahwa pertanyaan mengasah rasa ingin tahu bahkan pertanyaan yang menggelitik sesungguhnya tidak hanya mengarahkan anda pada kreativitas saja tetapi inovasi. Saya jadi ingat pengalaman dulu membantu dalam riset sosial, bahwa dasar dari riset adalah pertanyaan, sehingga saya jadi tahu.

Seorang tokoh negarawan, Bernard Baruch mengatakan semua orang pernah melihat apel jatuh dari pohon, tetapi hanya Newton yang mempertanyakannya. Dengan begitu kita mengenal hukum gravitasi. Awal dari teori adalah pertanyaan.

Daripada berteori tentang hidup, buatlah pertanyaan sehingga anda jadi tahu. Misal, mengapa saya harus kuliah di jurusan ini? Mengapa saya bekerja begini? Mengapa saya harus kehilangan kacamata saya? Mengapa saya harus bertemu dengan orang pemarah macam dia? Mengapa saya tidak suka berbicara dengan dia? Dan sebagainya pertanyaan-pertanyaan yang disusun. 

Pada akhirnya, anda akan menemukan sisi yang selalu baik dan positif ketimbang penyesalan. 

Pepatah itu benar, lebih baik bertanya daripada sesat di jalan! Bertanyalah maka anda akan tahu! 

* Catatan secangkir cappucino di Kafe.

Advertisements