PSYCHOLOGY

Tiap 40 Detik Terjadi Bunuh Diri

Sebagian besar masih menganggap angka bunuh diri disebabkan karena depresi. 

Maraknya fenomena perilaku bunuh diri, menjadikan badan dunia PBB untuk kesehatan (WHO) menyatakan hari minggu ini (10/9) sebagai hari pencegahan bunuh diri. Dengan tagar  #suicidepreventionday dimaksudkan untuk memberi kesadaran masyarakat betapa pentingnya arti kehidupan. Selain itu, kampanye ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sosial atau kepekaan agar tidak terjadi lagi kasus bunuh diri. 

Jika anda menemukan orang-orang dengan indikasi berikut:

  1. Mengancam bunuh diri 
  2. Punya pemikiran “Tidak ada lagi orang yang merindukan saya lagi saat saya pergi”
  3. Mencari segala cara untuk bunuh diri
  4. Merasa hidup kesepian 
  5. Baru saja kehilangan anggota keluarga yang pergi dan putus asa menjalani hidup

Indikasi tersebut dianggap membahayakan munculnya kasus bunuh diri. Data WHO 2016-2017 menyebutkan kasus bunuh diri di dunia terjadi setiap 40 detik. Bunuh diri dikatakan menjadi gejala sosial yang harus dipahami agar kejadian yang sama tidak terulang. 

Mengingat rendahnya kontrol sosial, maka kampanye minggu ini menjadi perhatian bersama. Bahkan peringatan ini menyadarkan untuk bisa berbagi dan memberikan dukungan dengan orang lain sehingga mengurangi kejadian kasus bunuh diri. 

Semoga bermanfaat­čśŐ

Advertisements

Categories: PSYCHOLOGY

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.