COMMUNICATIONS

Mengapa Orang itu Suka Beri Penjelasan Panjang Lebar?

Dalam penyusunan acara di Indonesia, setidaknya ada satu atau beberapa selipan sambutan. Di setiap sambutan jika tidak diberikan batas waktu, bisa jadi mereka yang diberi kesempatan berbicara di depan atau beri sambutan akan berbicara panjang lebar. Mereka bilang awalnya basa-basi, baru kemudian dilanjutkan ceramah. Penjelasannya bisa panjang lebar, intinya pun terkadang tidak dipahami.

Sementara rapat kerja bagi orang-orang Jerman di sini begitu sederhana dan tidak terlalu banyak basa-basi. Kata orang Jerman begini, “Verschwende deine Zeit nicht mit Erklärungen. Die Menschen hören nur, was sie hören wollen.” Intinya, ngapain sih buang waktu dengan mendengarkan penjelasan, kebanyakan orang itu hanya ingin mendengar apa yang ingin mereka dengar. Cuma itu, simpel ‘kan?

Nah, kembali ke topik, mengapa ada orang yang suka sekali bercerita atau beri penjelasan panjang lebar. Coba disimak:

1. Orang yang demikian bukan orang yang sibuk

Duh, jika kita punya segudang pekerjaan alias orang yang cukup sibuk, mengapa sih membuang waktu dengan penjelasan ngalor ngidul. Bila ada orang yang kasih penjelasan panjang lebar dan sudah mulai tidak jelas konten pembicaraannya bisa jadi dia memang sedang tidak sibuk. Mereka yang sibuk bekerja akan cenderung berbicara seperlunya. 

2. Orang yang beri penjelasan panjang lebar termasuk Tipe Kompulsif

Mungkin anda yang mendengarkannya sudah bosan bahwa orang tersebut bisa bercerita ratusan kali hal yang sama. Mengapa itu terjadi? Jika dia suka bercerita panjang lebar yang berulang-ulang kemungkinan termasuk tipe kompulsif. Dia suka mengulang-ulang kisah panjang lebar juga kepada orang yang sama. Males gak sih ketemu orang seperti ini?

3. Bisa jadi dia sedang berbohong

Mereka yang suka bicara panjang lebar dan terdengar rumit, mungkin mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Kemungkinan seseorang berbohong karena ingin meyakinkan pendengarnya sehingga perlu kisah yang panjang lebar. Jika dia berbicara jujur, dia akan berbicara langsung dan tidak berbelit-belit apalagi panjang lebar.

4. Menganggap rendah kapasitas pendengarnya

Semua orang sudah tahu dunia itu bulat. Namun orang yang suka bicara panjang lebar merasa perlu menjelaskannya lagi, meski tidak ‘nyambung’ dengan topik pembicaraan. Orang suka berbicara banyak hanya karena menganggap pendengarnya tidak tahu apa-apa. Dia bisa menambahkan berbagai kajian ilmu pengetahuan atau keahliannya meski sesungguhnya itu tidak diperlukan, apalagi tidak relevan dengan topik.

5. Butuh perhatian/atensi dari orang lain

Tidak menyangka juga bahwa orang yang suka berbicara panjang lebar itu ternyata butuh perhatian. Pernah lihat ada orang yang tidak berhenti berbicara hanya untuk menarik atensi orang-orang sekitarnya? Mereka ingin diperhatikan banyak orang sehingga perlu bicara banyak.

6. Butuh pengakuan agar dianggap pintar/hebat

Orang yang demikian ingin tampil untuk menunjukkan eksistensi bahwa dia mumpuni. Bahwa orang yang bercerita panjang lebar butuh diakui keahliannya bila itu tentang pekerjaannya, atau butuh diakui kehebatannya bila itu tentang pengalamannya. 

Sekarang perhatikan, benarkah demikian alasan orang suka berbicara panjang lebar dan kebanyakan penjelasan? Sesungguhnya kebanyakan orang tidak punya cukup waktu sekedar basa-basi. Bicaralah seperlunya dan sesuai konteks. Bagaimana? Ada pendapat?😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.