OPINION

“Istirahat dan Makan yang Banyak!”

Suatu hari suami saya cerita kakak ipar saya sakit dan tidak masuk kantor. Katanya, kakak suami saya ini sudah tiga hari di rumah. Saya kenal baik pribadi kakak ipar saya, tentu bukan kesengajaan untuk tidak bekerja terutama orang Jerman yang dikenal suka bekerja keras. Ini berarti dia benar-benar sakit. Di hari berikutnya, kakak ipar diperiksa oleh dokter keluarga. Dokter yang dikenal baik oleh keluarga ini kemudian memeriksa kakak dan tidak memberi resep obat. Kata dokter “Istirahat dan makan yang banyak ya!”

Lain lagi cerita teman kerja saya. Dia adalah dosen sebuah perguruan tinggi dan mendapatkan studi lanjutan di Australia. Suatu kali dia menderita sakit dan merasa tidak enak badan saat di Australia. Dia memeriksakan diri ke dokter. Dokter pun tidak beri resep obat. Nasihatnya pun sama, “Istirahat dan makan yang banyak!”

Apakah ada hubungan dokter keluarga kami di Jerman dengan dokter teman saya di Australia? Pastinya tidak.

Terkadang saya dan mungkin juga anda berpikir jika sakit perlu obat. Padahal tubuh kita mampu mengenali bilamana ada yang tidak beres. Saya tahu betul kondisi badan saya bila saya pusing dan diare. Saya juga paham tidak melulu juga saya perlu obat bila ada yang tidak beres dan berasa sakit. Ada kala saya memang butuh istirahat dan makan dengan pola yang benar. 

Bagaimana pun anda yang paling memahami kondisi tubuh anda sendiri. Jika sakit parah, perlu penanganan khusus bahkan memasuki fase yang fatal tentu anda butuh obat. Namun tidak semua yang anda rasakan sebagai sakit perlu obat. Malahan hati yang gembira adalah obat. 

Adalah Dr. Cynthia Thaik yang menulis pendapatnya bahwa kegembiraan adalah obat terbaik berdasarkan jurnal psikologi, Psychology Today. Artikelnya ditulisnya di Huffington Post berjudul “A Joyful Life Supports Good Health,” dan menyimpulkan bahwa selera humor diperlukan untuk kondisi emosional kita sehingga mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Tentu kesimpulan ini berdasarkan hasil penelitian. Data menunjukkan bahwa orang yang bergembira jarang sakit jantung, tekanan darahnya normal, tidak ada masalah dengan kolesterol dan tidak mengalami stress. Oleh karenanya humor diperlukan untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh dan membantu mengurangi rasa sakit.

Berdasarkan dua pengalaman di atas, saya menyarankan agar kita bisa mengenali kondisi tubuh sendiri. Sayangi tubuh anda dengan tidak melulu berpikir segala penyakit pasti butuh obat. Pastinya, milikilah hati yang gembira karena itu adalah obat yang murah.

Semoga bermanfaat😉

Advertisements

Categories: OPINION

Tagged as: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s