ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Pemilu Jerman 2017: Mencermati Papan Informasi (Poster) Para Kandidat

Salah satu poster besar (kiri) ditempatkan di jalan utama kota. Kandidat memasukkan website kontak.

Poster menampilkan foto kandidat besar dan pesan sponsor untuk memilih tanggal 24 September nanti.

Poster berukuran kecil. Kandidat yang di depan, bernuansa merah pernah bertemu dan memberikan sovenir bulpen dan leaflet saat saya dan suami sedang parkir di supermarket.

Di Indonesia saya sudah mengalami beberapa kali pemilu, bahkan saya pernah terlibat jadi tim pemantau pemilu tahun 2004 dari kampus sedangkan di Jerman, baru kali pertama ini. Meski isu politik kurang saya sukai untuk ditulis, namun saya ingin mengambil sisi yang lain yaitu segi komunikasi yang terpajang lewat papan informasi sebagai media kampanye. Menarik bagi saya yang menekuni dunia komunikasi bahwa media komunikasi sebagai sarana kampanye pun berbeda dari Indonesia. 

Beberapa minggu belakangan ini saya sering melihat di jalan-jalan poster mulai terpasang. Poster adalah salah satu saluran  media promosi kandidat saat kampanye. Teorinya saat membuat poster, dalam hitungan 5 detik orang yang melihatnya dapat menangkap pesan di dalam poster. Poster para kandidat di sini dipastikan punya kriteria yang kurang lebih sudah ditentukan prosedurnya, karena semua tampak mirip.

Apa saja?

1. Penempatan poster.

Poster tidak bisa dipasang di sembarang tempat. Artinya ada area publik yang tidak boleh dipasang poster misal gereja, area pemukiman rumah penduduk. Itu yang saya amati karena saya tidak menemukan poster di kedua area tersebut. Namun ada area yang diperbolehkan untuk memasang poster kandidat, misal sepanjang jalan utama, dekat sarana pemerintahan, dll. 

2. Ukuran poster

Ada poster yang memang berukuran besar atau raksasa yang sesuai ditempatkan di jalan utama agar bisa dilihat massa. Namun ada juga ukuran poster seukuran A4. Ukuran poster sejauh ini saya mengamati tidak boleh menggangu ketertiban umum misal poster berukuran raksasa menutup jalan atau area publik. Kebanyakan poster berukuran kecil atau tidak besar. 

3. Isi poster.

  • Hampir semua poster yang saya amati isinya kurang lebih seragam. Ada foto kandidat pastinya agar massa yang memilih bisa mengenali siapa calon mereka. Bahkan satu kali saya dan suami sedang parkir di supermarket didatangi salah seorang calon kandidat yang sedang kampanye. Dia memberikan leaflet dan bulpen sebagai sovenir. Setelah saya mengamati wajahnya di poster baru saya paham bahwa pria yang beri leaflet tadi adalah calon kandidat. Tidak ada gambar lain selain foto kandidat. Contoh nih, di Indonesia kandidat bisa dipasang foto pejabat publik lain, di sini tidak ada.
  • Isi kedua adalah tentang slogan atau kalimat yang singkat, bisa berupa misi atau program yang dijanjikan. Artinya kalimat yang tertuang dalam poster memang tidak muluk-muluk atau berlebihan. Tentu kalimat singkat seperti ini lebih mudah diingat massa. Singkat dan padat informasi itu inti pesan poster.
  • Isi ketiga adalah asal partai. Mereka menyatakan dari partai mana mereka. Massa pun mudah mengenali mereka berdasarkan warna partai yang mendominasi poster. 
  • Pesan lain pada poster bisa berupa pesan sponsor untuk memilih tanggal 24 September nanti. Atau ada juga yang mencantumkan website pribadi si calon agar bisa dikenali program-programnya. Sebaiknya perlu juga jika ada website kontak agar orang mudah mengenali siapa calonnya.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.