FOOD

Jangan Hanya Tahu Makan Crepes, Apa Sih Itu?

Crepes buatan sendiri. Lihat kulitnya berbeda dari crepes yang dijual di Indonesia.

Kulit crepes dijual di supermarket. Lumayan jadi bisa buat di rumah.


Selalu ada crepes yang jadi jajanan di setiap festival di sini. Dengan variasi isian yang manis, siapkan kocek 4€-5,5€. 

Saya menyukai crepes kala masih sekolah di Jakarta dulu sering mampir ke Blok M mall. Dengan seragam putih abu-abu, saya mulai suka dengan jajanan ini. Kemudian kuliah pun sambil menyisihkan uang jajan, saya beli crepes juga. Saya suka rasanya yang yummy, bisa dibuat manis atau asin, kadang bisa dibuat juga panas atau dingin. Pokoknya suka deh!

Nah tahun 2013 saya menginjakkan kaki pertama di Jerman, ada festival digelar di pusat kota München. Tak disangka ada penaganan crepes, wow! Langsung saya ikut antri kala musim dingin saat itu, pas saya lihat harganya 4€. Hmm, bila dibandingkan di Indonesia harga Crepes sekarang sekitar 1€. Namanya kepengen, saya suka sekali mencicipinya. 

Di belahan bumi lain, sebut di Perancis dan Luxemburg, ternyata makanan ini termasuk street foods loh. Jadi wabah crepes tidak hanya melanda di Jerman saja, rupanya makanan ini cocok dijadikan penganan setelah makan siang dan sebelum makan malam.

Meski bentuk crepes di Eropa berbeda dengan kebanyakan yang dijual di Indonesia, namun inti adonan tetap sama. Kulit crepes berasal dari tepung terigu, susu dan telur. Setelah dicampurkan dan dikocok, ambil adonan kira-kira satu centong sayur lalu ditaburi di wajan panas yang datar. Sebelumnya beri olesan mentega pada wajan panas tersebut. Kemudian putar adonan memenuhi wajan melingkar, tunggu beberapa saat kemudian jadi kulit crepes.

Crepes tak ubahnya pancake. Makanan ini bisa diisi dengan berbagai isian yang manis seperti coklat, pisang, selai, sirup mapple, jus lemon atau irisan manisan lain bahkan ice cream. Ada pula isian crepes di Indonesia ditambahkan daging cincang matang dan sayuran sehingga menyerupai kebab. Ini termasuk hot crepes di Indonesia. Namun di Eropa, anda tidak menemukan isian hot crepes seperti di Indonesia, dimana ada irisan daging atau sosis di dalam.

Makanan Crépes dengan penulisan asli seperti itu, sesungguhnya berasal dari Perancis. Nama crépes berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti ‘frying pan’ mungkin karena dibuat dalam wajan datar yang panas. Ada yang beranggapan crepes sejenis pancake juga.

Ibu Mertua ternyata bisa juga membuat crepes. Di Jerman crepes dikenal dengan sebutan Pfannkuchen. Katanya isian crepes berupa selai. Namun di berbagai festival di Bavarian, jajanan crepes sering saya jumpai dan mereka tetap menyebutnya crepes. Harga crepes bervariasi dulu tahun 2013 harganya 4€ sekarang di setiap festival ada yang menjual 4€ hingga 5,50€ tergantung isian crepes di dalam. 

Karena suka dengan crepes, supermaket di sini menjual kulit crepes saja. Bagus juga buat pemula seperti saya yang tak pernah berhasil membuat kulit crepes di wajan panas. Harga kulit crepes per 6 lembar adalah 1,69 €. Saya pikir harga ini masih masuk akal ketimbang saya selalu gagal membuat kulit crepes.

Silahkan bervariasi untuk isian crepes. Anda bisa gunakan coklat Nutella atau semacamnya. Anda bisa tambahkan irisan pisang juga seperti banana coklat layaknya crepes yang dijual di Indonesia. Hal berbeda kulit crepes di Indonesia sedikit crunchy sementara di sini tidak.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Categories: FOOD

Tagged as:

17 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.