OPINION

Terapi Musik Favorit pada Pasien Alzheimer. Apakah Berhasil?

Blaskappelle, salah satu musik rakyat di Jerman. Ilustrasi.

Ada seorang dokter yang baru saja memeriksa pasien. Dokter berkata “Ada dua berita untuk anda. Satu berita baik dan satu berita buruk, anda pilih mana dulu?” Lalu pasien yang mendengarnya antusias menjawab “Saya ingin berita buruk dulu sehingga setelah itu saya ingin tahu apa berita baiknya.” Kemudian dokter yang memeriksa si pasien menjawab “Berita buruknya adalah anda sekarang mengalami Alzheimer. Berita baiknya, setelah ini anda pasti lupa apa yang sudah saya katakan.”

Dari cerita dokter-pasien di atas, setidaknya anda dapat gambaran seperti apa gejala Alzheimer terjadi. Ada yang mengatakan Alzheimer dan Demensia adalah penyakit orangtua, namun siapa bisa menebak kondisi alam, baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan bahwa usia sekitar dua puluhan, otak sudah mulai terdeteksi mengenai kemungkinan kedua gejala sakit ini di kemudian hari. 

Menurut para ahli Alzheimer dan Demensia berbeda, setelah akhirnya saya cari tahu apa itu Alzheimer. Kebetulan salah seorang kerabat saya sudah lama mengidap sakit Alzheimer. 

Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak akibat serangan bertumbuhnya plak dan simpul berbahaya di otak. Itu sebab orang yang saya kenal ini mudah lupa bila bekerja dan meletakkan berbagai barang keperluan bekerja. Selain itu, dia belum selesai kerja satu lalu dia lanjut dengan pekerjaan lain. Alhasil kerjaannya berantakan semua. 

Terkadang dia suka mengomel dan marah-marah sendiri. Pasien yang mengalami ini tidak mau mengakui bahwa mereka mengalami gangguan Alzheimer. Belum lagi dia suka protes terhadap rasa makanan, padahal dulu ini termasuk makanan favoritnya. Setelah berkonsultasi ke dokter, rupanya penderita mengalami gangguan rasa makanan juga meski kita tidak mengalami perubahan rasa makanan.

Karena tertarik dengan isu Alzheimer, saya menemukan literatur sebuah terapi yang bisa mengatasi gangguan Alzheimer. Namanya terapi musik favorit. Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap orang yang menyukai musik akan mengalami peningkatan mood dan gairah. Sehingga pada penderita Alzheimer diperdengarkan musik favorit yang pernah didengarnya akan cukup ‘membangkitkan’ kenangan masa lalu termasuk memorinya.

Menurut Dr. Alain, Profesor Ahli Psikologi dari University of Toronto berpendapat adanya stimulus musik mengaktifkan kenangan pada pasien sementara waktu dan memperbaiki ingatan. Pada penderita Alzheimer misalnya mereka mengalami penurunan memori, musik membantu mengaktifkan kenangan dengan efektivitas interval musik.

Berdasarkan penelitian terapi musik ada 5 alasan bahwa terapi ini bisa membantu Alzheimer dan juga Demensia.

  1. Musik membangkitkan kenangan yang mempengaruhi memori.
  2. Kemampuan bermusik dan apresiasi atau pengetahuan akan musik adalah dua potensi yang cenderung bertahan lama bagi orang yang mengalami gangguan fungsi otak baik Alzheimer dan Demensia.
  3. Musik juga membawa kedekatan emosional dan fisik. 
  4. Dan yang paling penting melibatkan fungsi otak kiri saat musik diperdengarkan, yakni menari. 
  5. Musik bisa menurunkan tingkat stress dan mengatur mood jadi lebih positif.

      So apakah berhasil terapi musik ini untuk kenalan saya? Saya belum coba meski terlihat mudah dipraktikkan. Dari uraian di atas, saya berharap para ilmuwan bisa menemukan fakta-fakta menarik lainnya soal Alzheimer seperti makanan pencegah, penyebab yang ditimbulkan dari Alzheimer atau obat kesembuhan bagi mereka yang mengalami gangguan ini.

      Semoga bermanfaat!

      Advertisements

      Categories: OPINION, PSYCHOLOGY

      Tagged as: , ,

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

      w

      Connecting to %s

      This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.