TRAVELING

Ikut Misa di Basilika Santo Petrus Vatikan Akhirnya Terwujud

Tampak lapangan depan Basilika yang biasanya saya lihat di televisi.

Antrian mengular panjang di pintu masuk untuk pemeriksaan pengunjung.

Patung Pieta karya Michael Angelo yang terkenal itu.

Salah satu sudut Basilika.

Di sinilah dimakamkan Santo Petrus, Paus Pertama.

Kubah Basilika yang tinggi menjulang indah.

Di sudut Basilika ini baru saja selesai misa.

Silsilah kepausan mulai dari Santo Petrus hingga Paus Yohannes Paulus II.

Sebagai negara privat, Vatikan mendapatkan bantuan keamanan salah satunya dari Swiss seperti tampak penjaga Basilika.

Saat masih di Indonesia, ayah saya selalu memutar tayangan misa perayaan Natal atau Paskah yang disiarkan secara langsung dari Vatikan. Meski hanya melalui televisi, namun perasaan syahdu dapat terasa kala keluarga saya bisa melihat Paus dan memberikan berkatnya. Siapa sangka impian saya yang pernah terlintas untuk datang ke Vatikan dapat terwujud! Impian ini bukan sekedar berwisata saja layaknya saya sering traveling. Saya bisa datang ikut misa di rumah Tuhan yang begitu megah, Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Merayakan hari lahir tak melulu lewat pesta, dua tiket pulang pergi sudah di tangan saat saya dan suami memutuskan pergi ke Roma, Italia. Saya terharu mana kala saya bisa melakukan ziarah iman ke Vatikan, kota yang dianggap suci bagi umat seperti saya. Saya bangga bercampur haru saat tiba di sana. Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat panggilan video ke orangtua saya di Indonesia agar mereka bisa menyaksikan apa yang saya lihat di Basilika. Setelah itu, saya bagikan kebahagiaan itu lewat foto dan video kepada para sahabat saya. Sungguh saya mengalami perasaan yang berbeda kala datang ke Vatikan, perasaan terberkati.

Saya sudah dengar bahwa jika berkunjung ke Vatikan akan melewati antrian panjang yang mengular bahkan mungkin tiga jam lamanya. Oleh karena itu setelah sarapan pagi di hotel, bergegas saya dan suami berangkat ke sana dengan menumpang bis. Sepertinya tidak hanya kami yang pergi ke Vatikan, banyak para peziarah yang juga berdesak-desakkan dalam bis menuju ke sana. Saya pun antusias kala bis berhenti di terminal akhir agar tak terlalu lama berdiri dalam antrian masuk. 

Puji Tuhan, saya bisa melompati antrian yang mengular panjang. Setiap orang yang hendak masuk Basilika harus melewati pintu pemeriksaan. Berpakaianlah sopan, menjaga ketertiban seperti suara hape yang tidak dibunyikan, tidak membawa senjata tajam dan menghormati apa saja yang ada di dalam. Namanya tempat ibadah, anda harus dalam keadaan yang tenang alias tidak membuat keributan. Karena di dalam Basilika ada beberapa spot untuk menyelanggarakan misa kudus. 

Dari awal masuk hingga menyelusuri setiap senti Basilika, saya terkagum dengan keindahan seni dan arsitektur yang digunakan untuk memuji Tuhan. Pantas saja Basilika ini membutuhkan waktu 120 tahun untuk membuatnya semegah ini. Bahkan melibatkan seniman terkenal dunia, seperti patung Pieta karya Michael Angelo. Beberapa monumen diabadikan untuk mengenang para Paus pendahulunya. Di lantai bawah anda akan menemukan makam Santo Petrus sebagai Paus Pertama. Sungguh suasana syahdu bercampur decak kagum pada Basilika tak henti melihat keagungan karya seni untuk memuji Tuhan. 

Ketika terlihat misa sedang dimulai, saya dan suami menyempatkan diri untuk ikut serta. Ini seperti mimpi bahwa saya bisa ikut misa di Vatikan yang selama ini hanya bisa saya simak di televisi. Saya bersyukur. Beberapa petugas melarang pengunjung yang mengabadikan foto saat penyelenggaraan misa. Tak sopan bila mengambil foto orang sedang beribadah. 

Di sudut lain, anda bisa melihat silsilah kepausan yang ada dari pertama berdiri Basilika. Anda juga bisa membeli buah tangan sebagai benda-benda rohani yang dijual di ujung pintu Basilika. Untuk masuk ke Basilika gratis alias tidak ada biaya masuk. Untuk toilet, siapkan koin 1€. 

Berikut tips dari saya:

  • Jika anda tidak ingin dalam antrian yang panjang, anda bisa membeli tiket pass di website resmi atau bertemu para pemandu wisata yang menawarkan jasanya di depan pintu masuk.
  • Berpakaianlah sopan karena anda berada di rumah ibadah.
  • Dilarang merokok!
  • Dilarang merekam ambil video tanpa ijin!
  • Dilarang mengenakan topi saat di dalam Basilika!
  • Dilarang makan dan minum selama di Basilika!
  • Hormati dan hargai apa pun yang ada di dalam Basilika! Tidak merusak atau menyentuhnya!
  • Tidak berisik atau membuat keributan!

Selamat berhari Minggu! Have a blessed day!

    Demikian pengalaman saya. Bagaimana pengalaman anda berkunjung ke rumah ibadah?
     

    Advertisements

    Categories: TRAVELING

    Tagged as: , , , , ,

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    w

    Connecting to %s