Sekelumit Jasa Kantor Pos di Jerman

Posted on October 20, 2017

0



Postkasten atau Briefkasten, semacam bis surat untuk memasukkan surat atau kartu pos yang sudah dibubuhi perangko terlebih dulu.

Kantor pos juga melayani jasa perbankan seperti tampak dalam reklame di atas.

Ketika di Indonesia jasa pos mulai berangsur-angsur ditinggalkan, di Jerman tidak. Pengiriman dengan Deutsche Post atau DHL masih laris manis bak kacang. Kala banyak orang sudah mengandalkan pengiriman informasi/surat pemberitahuan melalui surat elektronik (surel), di Jerman tradisi berkirim pakai jasa pos masih digemari. Bahkan kantor pos masih menyediakan kartu pos untuk mereka yang ingin koleksi atau berkabar dengan media ini. Di Indonesia mungkin sudah tidak ada lagi yang berminat dengan kartu pos.

Lihat saja hampir di setiap rumah atau apartemen masih ada kotak surat. Berbagai promosi bisnis pun dikirimkan melalui pos. Menurut beberapa teman berpendapat penggunaan surel lebih pada keperluan formal pekerjaan atau keperluan personal pribadi (head to head). Selain itu surat menyurat untuk kepentingan administrasi misalnya saya mengurus dokumen kependudukan itu pun masih menggunakan jasa pos. Meski saya sudah cantumkan alamat surel.

Pengalaman menarik saat mengurus dokumen pernikahan sipil antara Jerman dengan Indonesia, itu pun bolak-balik dengan jasa pos DHL. Semua aman dan pelayanannya sangat terbantukan buat saya. Tak peduli besarnya biaya yang dikeluarkan namun setidaknya cepat dan mudah. Pengalaman saya mengirimkan paket 7kg dengan jasa kantor pos dari Indonesia dengan pilihan standar ke alamat di Jerman memerlukan waktu kurang lebih 3-4 minggu. 

Biasanya tukang pos akan langsung mengirimkan surat dimasukkan dalam box surat di tiap rumah. Jika anda menerima kiriman paket, biasanya mereka harus bertemu dengan seseorang di rumah untuk dimintai tandatangan di resi elektronik bahwa barang diterima dengan baik. Jika tidak ada orang di rumah menerima paket, paket dititip di kantor pos terdekat dan memberikan nota pemberitahuan di box surat. Semua alamat pengiriman harus detil dengan nama jalan, nomor rumah, nama kota dan kode pos.

Hal menarik lainnya misalnya pembukuan rekening dari Bank di Jerman untuk keperluan studi, yakni Deutsche Bank maka tiap bulan saat saya masih di Indonesia dan menunggu visa maka saya mendapatkan kiriman surat pembukuan via pos ke alamat di Jakarta. Di Jerman tidak ada buku pencatatan transaksi bank seperti layaknya di Indonesia. Jadi jika saya ingin mengetahui transaksi perbankan seperti transfer uang masuk dan sebagainya maka saya bisa mencetaknya di mesin sistim pembukuan yang tersedia di bank. Begitu pun saat kita berada di luar Jerman maka pihak bank mengirimkan surat rincian transaksi via jasa pos.

Kantor pos buka setiap Senin-Jumat jam 08.30-18.00 dan Sabtu hingga jam 12.30. Jasa pos juga amat dibutuhkan bilamana harus mengirimkan paket antar wilayah di seluruh Jerman ketimbang anda harus mengantarkan paket dengan perjalanan lama seperti lima jam. Pengalaman lain misalnya saat saya mengirimkan paket ke seorang teman yang notabene mahasiswa yang study di kota kecil di Jerman. Paket seberat 10Kg dikirimkan ke kantor pos atau supermarket terdekat di kota dimana teman saya study. Kemudian teman saya akan mendapatkan surat pemberitahuan agar segera mengambil paket yang ditujukan kepadanya di kantor pos kotanya atau supermarket yang letaknya dekat dengannya. Mengapa dia tidak bisa menerima paket secara langsung? Karena kotak surat yang tersedia untuk mahasiswa mini sekali. Jadi hanya untuk menerima surat saja. Menarik ya!

Selain itu kantor pos di Jerman juga masih menyediakan jasa perbankan. Meski kadang kami harus mengomel karena antrian yang panjang mengular antara orang yang hendak mengirimkan surat/paket pos dengan orang yang meminta layanan jasa bank tanpa dibuat perbedaan antrian. Begitulah jasa pos yang saya amati. Namun kantor pos tak pernah sepi. Masih banyak pelanggannya memanfaatkan jasanya.

Jika kita memesan barang-barang lewat online, barang-barang pun langsung terkirim ke rumah dengan cepat lewat jasa pos Deutsche Post. Keren kan? Tidak perlu ekspedisi pengiriman lainnya, cukup pos saja maka barang-barang yang kita pesan bisa langsung diterima setelah kita kirim order barang via pos atau online

Demikian pengamatan saya. Bagaimana pengalaman teman yang lain menggunakan jasa pengiriman via kantor pos? Apakah ada pengalaman menarik lainnya?

Advertisements