Reviu: Hotel Il Castelletto, Rome

Posted on October 21, 2017

2



Hotel tampak depan.

Mesin kopi yang dimiliki hotel.

Kopi espresso.

Dua cangkir cappucino.

Mohon informasi bagaimana cara saya untuk tiba di hotel karena kemungkinan kami check in lebih awal” kata saya dalam Bahasa Inggris di surat elektronik yang ditujukan kepada petugas hotel setelah kami memesannya. Kami baru kirim pesan hotel dua hari sebelum keberangkatan. Saya pikir jika staf hotel tidak merespon maka apa daya kami akan cari cara untuk tiba di hotel. Namun tak berapa lama, pertanyaan kami direspon oleh staf hotel. Ini adalah salah satu ciri hotel yang kami rekomendasikan. Apa itu? Staf yang helpful.

Saya akan pertimbangkan kembali untuk menginap bila tak ada respon dari staf hotel bila kami bertanya sesuatu via email. Mengapa? Saya berpikir jika pertanyaan mudah saja tidak dijawab oleh pihak hotel maka bagaimana jika terjadi sesuatu dan kami memerlukan bantuan mereka saat menginap. Tentu ini bukan hal yang baik. Karenanya nomor satu sebelum saya menginap, apakah staf hotel sangat membantu?

Alasan kedua mengacu pada tujuan dari traveling itu sendiri. Jika banyak lokasi wisata yang harus dijangkau maka kami pilih penginapan yang berada di dekat lokasi wisata agar mudah dan murah transportasinya. Untuk berpergian kali ini, kami memilih hotel yang dekat dengan Vatikan. Tentu pertimbangan ini diperlukan mengingat banyak orang sudah berpendapat bahwa memasuki Vatikan perlu antri yang berjam-jam. Alasan dekat dengan Vatikan meski jauh dari pusat kota Roma menjadi pertimbangan. Hotel ini layak bilamana anda ingin berkunjung ke Vatikan. Begitu selesai sarapan jam 9 pagi, kami sudah meluncur dengan bis hanya sekali naik, tiga puluh menit kemudian kami tiba. Mudah dan cepat.

Kemudian yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah gratis sarapan. Ada beberapa hotel dengan harga yang kurang lebih sama, mereka mengenakan charge untuk 1 orang per hari saat sarapan 5€-7€. Hotel ini tidak. Sarapan khas western tentunya, cukup buat mengganjal perut hingga siang. Meski pilihan sarapan tidak banyak namun cukup baik ketimbang kami harus membeli sarapan.

Dan yang terutama nih, dari testimoni tamu hotel sebelumnya mengatakan bahwa hotel ini menyajikan kopi yang enak. Benar saya kami puas minum kopi di sini. Semula saya yang tak pernah meminum esspresso pagi hari, bisa merasakan kenikmatan rasa dan aroma kopi yang bertahan lama. Kopinya luar biasa. Staf hotel yang membuat kopi pun bangga bila kopi yang mereka buat itu dinikmati oleh tamu. 

Stafnya ramah itu juga pertimbangan. Suasana penginapan yang hommy membuat tamu juga betah menginap. Mereka benar-benar membantu bilamana kita bertanya tentang arah jalan atau tujuan wisata. Ingat tamu adalah raja! Jika staf hotel memperlakukan tamu dengan baik, tentu hukum alam pun bekerja. Artinya hotel pun kelimpahan tamu yang lebih lagi.

Selain itu kebersihan hotel menjadi hal penting dalam pertimbangan memilih hotel. Tentu tak lepas dari layanan cleaning service setiap hari. Kamar bersih seperti semula dan perlengkapan mandi yang baru tentu tamu juga merasa senang. Siapa sih tamu yang senang bilamana jauh-jauh datang sebagai turis dan lelah karena berwisata lalu kemudian kembali ke hotel, kamar tidak dibersihkan? Tentu ini menjadi poin tambahan bagi hotel untuk diperhatikan.

Lalu yang terakhir meski ini bukan pertimbangan utama, namun penting adalah ketersediaan WIFI bagi tamu. Di era milenial seperti ini, kita pasti ingin tetap terhubung dan terkoneksi via internet. Internet yang gratis dan koneksi yang baik amat dibutuhkan tamu. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi namun ketersediaan internet membuat tamu juga bisa mencari informasi seputar wisata. 

Di atas adalah alasan kami memilih hotel berdasarkan pengalaman. Tak semua berisi pujian, ada hal yang perlu jadi pertimbangan dan mungkin ini bukan nilai plus dari hotel. Apa saja?

  1. Hotel tidak berada di pinggir jalan. Jadi anda perlu berjalan kira-kira 200 meter dari jalan utama setelah halte bis. Atau anda perlu berjalan 3 menit dari hotel ke jalan utama begitu pun sebaliknya.
  2. Harga hotel tak termasuk pajak kota yang ditetapkan sebesar 3€ per orang per malam.
  3. Jauh dari pusat wisata Roma. Anda perlu naik bis selama 30-40 menit. Belum lagi waktu untuk menunggu bis di halte. 
  4. Tidak bisa terjangkau oleh Metro, kereta Italia atau Trem semacam Straßebahn. Anda hanya bisa mudah mencapai dengan bis. 

Demikian pendapat dan pengalaman kami. Namun menurut kami, hotel ini recommended bila berkunjung ke Roma, Italia. Lebih jauh bisa dilihat di sini.

Semoga bermanfaat!

Advertisements
Posted in: TRAVELING