Grabgesteck: Hiasan Karangan Bunga Untuk Allerheiligen

Posted on October 22, 2017

0



Ini adalah bunga kering yang berhasil dibeli di toko bunga. Agak susah untuk dibawa dari toko, jadi diletakkan di bagasi mobil. Jangan tanya harganya ya!

Ini saya temukan di festival.

Ini saya temukan di festival (2).

Ini saya temukan di festival (3).

Ini saya temukan di festival (4).

Ini saya temukan di festival (5).

Ini saya temukan di supermarket (1).

Ini saya temukan di supermarket (2).

Tanggal 1 November setiap tahun di Bayern dijadikan hari libur. Hari libur ini disebut ‘Allerheiligen‘ yakni Hari Raya Orang Kudus atau dalam bahasa Inggris disebut ‘All Saints Day.’ Di seluruh dunia, umat Katolik memperingati ini dengan mengikuti misa kudus. Bahkan negara yang masih memegang tradisi Katolik pada tanggal ini dijadikan hari libur. Demikian negara bagian (Bundesland) di Jerman yang bermayoritas Katolik juga libur pada tanggal 1 November.

Namun di Bayern yang mayoritas Katolik punya tradisi yang unik, datang ke makam para leluhur atau orangtua. Tiap gereja mengadakan perayaan misa sederhana lalu berkunjung ke makam. Tradisi ini juga mengikutsertakan aneka hiasan bunga kering yang diletakkan di makam. Saya pun terlibat memilih hiasan untuk diletakkan pada makam leluhur di sini.

Rupanya nih tak sekedar hiasan saja, ada pendapat para perempuan di sini mengatakan bahwa hiasan adalah simbol status. Karena banyak orang yang melihat di makam, jadi harus berpikir bahwa tampilannya cantik. Untuk tampilan hiasan bunga yang disebut Grabgesteck ini ternyata perlu mengeluarkan kocek yang lumayan juga. 

Itu mengapa ketika saya punya banyak bunga indah di taman rumah, ibu Mertua berpesan agar hidup seperti bunga. Tidak hanya indah saat bermekaran, namun tetap indah meski sudah menjadi bunga yang layu dan kering. Agar kita masih terlihat indah dan bermanfaat bagi banyak orang. 

Jadi tak heran di supermarket atau festival dijumpai jual bunga kering akhir-akhir ini. Semula saya pikir ini untuk hiasan rumah. Rupanya hiasan bunga kering untuk tradisi tanggal 1 November nanti. Harganya bervariasi, pastinya dihitung mulai dari ratusan ribu rupiah. Semakin indah dan besar maka harga pun semakin mahal. Apa yang membuat perbedaan harga? Kreativitas. Di beberapa toko yang menjual hiasan serupa, melarang pengunjung untuk mengambil foto. 

Foto-foto yang saya dapatkan ini adalah contoh dan memang boleh didokumentasikan oleh si penjual.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements