Simak 6 Alasan Datang ke Salzburg, Austria

Posted on October 23, 2017

6



Seorang seniman jalanan bermain musik di kota tua Salzburg. Selain kostumnya yang menarik, lihat bagaimana dia terkesan melayang di atas bumi. Sampai sekarang saya bingung bagaimana cara dia melakukan itu tetapi kata suami itu gaya gravitasi. Hmm, apa anda bisa menjelaskan?

Ingin berkeliling dengan bis cukup bayar 4€ per orang untuk 24 jam. 

Jika ingin merasakan sensasi turis, coba ini berkeliling kota tua dengan delman.

Ide usaha ini boleh dicoba, studio foto dan sewa kostum ala jaman dulu. Akhirnya saya tahu dimana seorang teman pamer foto seperti ini di media sosial. Rupanya di sini tempatnya.

Ini salah satu sovenir yang bisa dibawa pulang.

Saat traveling tentu anda punya alasan mengapa harus pergi ke sana. Jangan katakan alasan terpaksa karena itu akan membuat anda tak nyaman selama berwisata. Begitu pun ketika saya menjumpai banyak turis yang datang ke Salzburg, Austria. Sebagai informasi, Salzburg adalah kota terbesar keempat di Austria. Urutan kota terbesar di Austria dari pertama hingga keempat yakni Wina, Graz, Linz dan Salzburg setelahnya.

Sembari menunggu kereta selanjutnya ke Roma, saya sempatkan ngobrol dengan mereka yang sedang melancong ke Salzburg di ruang tunggu stasiun. Ternyata ada berbagai tujuan kedatangan mereka ke sini. Tak perlu berlama-lama, jika ada waktu transit, silahkan manfaatkan itu!

Apa saja?

  • Alasan musik

Dua nama diatas dibuat prasasti bahwa pernah tinggal atau lahir komponis di sini. Salzburg tidak hanya Mozart saja.

Rumah kelahiran atau Geburthaus Mozart menjadi destinasi wisata.

Di Salzburg pernah lahir seorang komponis dan tokoh dunia musik yang hingga sekarang karyanya masih dinikmati. Siapa dia? Wolfgang Amadeus Mozart pada tahun 1756 atau yang lebih dikenal Mozart. Untuk menghormati karya-karya beliau yang memukau dunia, pemerintah setempat menjadikan rumah kelahiran Mozart sebagai destinasi wisata. Tak hanya mempelajari riwayat hidupnya, anda juga bisa mengunjungi rumah tinggalnya (wohnhaus) yang tak jauh dari situ. Karena kecintaan pada musik, pemerintah setempat membuatkan museum di dekat patung Mozart. Di Museum Salzburg, anda menjumpai beberapa tokoh musik lain yang juga karya-karyanya dikenal dunia. 

Tak hanya karena Mozart, Salzburg dikunjungi. Bagi anda pencinta film jaman orangtua saya mungkin anda pernah dengar ‘Sound of Music’ yang pernah menjadi legenda. Saya hanya sempat dengar satu kaset yang berisi lagu-lagu musik dalam film tersebut, sekitar tahun 1989. Musiknya benar-benar bagus, penuh karya seni. Nah di Salzburg ini, anda bisa mendatangi lokasi shooting film tersebut. Pendapat teman yang pernah menonton film ini, suasana Salzburg memang tepat sekali dijadikan lokasi pengambilan gambar. Oleh karena itu, pemerintah setempat juga menjadikan destinasi wisata sehari full untuk menikmati area lokasi shooting film tersebut sembari memahami tokoh-tokoh ceritanya. Keren ‘kan!

Begitu syahdu dan romantis suasananya dengar musik instrumen saat makan dengan pasangan. Itu yang ditawarkan oleh beberapa restoran khas Austria di sini. Beberapa kali saya melihat orang-orang membawa alat musik di sini. Rupanya di Salzburg sering ada festival musik.

    • Alasan alam dan panorama yang indah

    Hallstatt.

    Hallstatt.

      Siapa saja yang datang ke Salzburg pasti menganggumi keindahan panorama pegunungan! Indah dan suasananya yang sejuk membuat banyak orang betah tinggal di sini. Sejak 1997 Salzburg dijadikan UNESCO Wolrd Heritage. Pantas saja indah karena kota ini dikelilingi oleh pegunungan Alpine yang cantik.

      Anda perlu menyimak tulisan saya tentang Hallstatt yang dijadikan UNESCO World Heritage. Lokasi ini sudah ada sejak lama, sejak mereka mengenal pertambangan garam di area Salzburg. Ini dikenal Salzwelten, pertambangan garam dunia. Meski tak besar kota Hallstatt namun anda akan tergoda dengan suguhan pemandangan danau di sini. Danau di tengah pengungan yang asri seolah menawarkan kedamaian bagi mereka yang melihatnya. Luar biasa keagungan Tuhan ini!

      Dari Salzburg, ada tawaran untuk bisa menjangkau ke sana. Anda bisa menumpang kereta api dan turun di stasiun terdekat Hallstatt. Lalu melanjutkan dengan ferry untuk berkeliling mengamati keindahan danau. Jika tidak, pemerintah setempat menawarkan promosi datang ke Hallstatt dengan bis. Saya berpengalaman ke Hallstatt dengan mobil pribadi dari Jerman. Jika anda ingin tahu lebih jauh, bisa kontak saya.

      • Alasan adanya tambang garam terbesar di dunia

      Nama Salzburg konon berasal dari sungai Salzach. Ada pula yang mengatakan Salzburg berarti ‘Salt Castle’. Namun sesungguhnya di sini juga ada tambang garam di area Hellbrun. Tak jauh dari situ anda akan menelusuri Salt Lake. Kata turis di depan saya, pemandangannya benar-benar indah. Area ini dinamakan Salzkammergut, banyak resort di tepi danau jika ingin berbulan madu sejenak.

      Meski sudah beberapa kali ke Salzburg, saya belum sempat ke sana karena tak tahu lokasi sebenarnya. Rupanya pemerintah setempat lagi-lagi buat promosi wisata bagi turis untuk menjangkau Salt Mines ini. Saya lihat foto dari turis yang bercerita di hadapan saya, memang cantik sekali lokasinya. Hmm, patut dijadikan catatan untuk datang lagi ke sini.

      • Alasan arsitektur Baroque

      Sampai sekarang saya bingung siapa sih pria yang berdiri di atas bola emas ini. Apa maknanya tak ada penjelasan. Ini di pusat kota tua. Tampak di belakang menara Dom Salzburg.


      Saya pernah bercerita bahwa katedral Salzburg atau Dom Salzburg begitu cantik. Meski ada perpaduan antara arsitektur Gothic dan Baroque namun sesungguhnya kota ini dijuluki Baroque Stadt juga, selain Schärding, kota lain di Austria. Datang deh Altstadt, kota tua Salzburg! Disini akan terlihat banyak bangunan bercirikan baroque itu, termasuk gereja-gereja di Salzburg. 

      • Alasan study

      Salah satunya adalah fakultas hukum di University of Salzburg.

      Rupanya Salzburg juga menjadi rumah bagi tiga universitas ternama. Jadi tak heran jika bertemu banyak mahasiswa di sini. Salah satunya, saya berjumpa dari orangtua seorang mahasiswa yang study di sini. Orangtua ini baru saja mengunjungi anaknya. Saya bertemu di stasiun kereta ketika mereka akan menuju ke bandara. 

      Jika suka musik, anda mungkin layak mencoba ‘Mozarteum University of Salzburg’. Dari namanya sudah terdengar sebagai universitas musik untuk umum. Saya tidak tahu dimana lokasi universitas ini, cuma di Altstadt saya menemukan satu fakultas dari suatu universitas.

      • Alasan pembuatan bir

      Jika datang ke München untuk Oktoberfest, anda pasti mengenal Agustiner. Salzburg menjadi lokasi pembuatan bir terkenal itu, Agustiner Bräu di Kloster Mülln. Di sini anda melihat bagaimana pembuatan bir sekaligus mencicipi masakan khas Austria yang mirip dengan Bayerisch di biergarten yang luas. 

      Salzburg termasuk kota moderen, bahkan pengelolaan transportasi umum seperti bis terbilang maju. Jika perut lapar, coba nasi goreng khas Indonesia di sini. Penasaran ‘kan?

        Advertisements
        Posted in: TRAVELING