TRAVELING

Katakomben Peterfriedof, Salzburg Austria

Katakombe atau Katakomben di bawah gunung tampak dari kejauhan. Bangunannya seperti pahatan yang menempel di kaki pegunungan. Bangunan kuno yang masih kokoh meski sudah ratusan tahun.

Ini seperti akar pohon. Hanya bentuknya yang unik namun terkesan menyeramkan menurut saya, yang terletak di gerbang masuk pemakaman.

Katakombe juga berarti kompleks pemakaman umat kristiani di masa awal.

Kapel yang ada di tengah kompleks dan bertuliskan tahun pendiriannya, 1491. Wow!

Ada pemakaman berada di luar dan ada yang dikunci atau diberi pagar untuk tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang. 

Bagi pengunjung Katakombe, untuk masuk ke dalam seperti lorong-lorong itu perlu membayar 2€ per orang. Tak ada pemandu wisata di dalam.

Ini setelah pintu masuk.

Katakomben atau Katakombe adalah tempat pemakaman umat Kristen awal ketika terjadi penyebaran ajaran kristiani di suatu wilayah. Ini seperti masih berkaitan dengan kebudayaan Romawi kuno awal Masehi. Di sini juga konon dijadikan tempat pertemuan. Namun fungsi katakombe lainnya semacam tempat pelarian dan persembunyian kala orang-orang Kristen awal diserang dan ditekan. Mengapa dijadikan persembunyian? Mungkin karena ini area perkuburan yang sepi dan banyak lorong-lorong dibangun seperti ruang bawah tanah jadi menyulitkan pengejaran. Ini hanya asumsi saya saja, tanpa tour guide dan memang tak banyak informasi yang didapat. 

Ketika sekelompok turis memasuki area ini, kami pun ikut serta. Rupanya tidak gratis, ada tiket masuk yang harus dibayarkan. Bayar 2€ per orang. Ada tanda peringatan ‘Tidak boleh berisik!’ karena ini sesungguhnya adalah pemakaman. Ada banyak bilik kamar yang dibangun menyerupai gua apalagi letaknya di bawah pegunungan lain. Di sini juga terdapat makam tokoh terkenal seperti Michael Haydn atau saudari dari Mozart. Akhirnya kami putuskan tidak ikut sepenuhnya hingga naik ke atas, semacam menara lonceng. Udaranya yang dingin membuat kami tak kuasa menyelinap dan menjelajahi tempat ini. Saya menyerah karena dinginnya. 

Sebagai kompleks pemakaman, kami perhatikan ini adalah pemakaman tertua terlihat dari informasi nisan. Lalu juga ada nama-nama prajurit masa perang dunia kedua terkubur di sini. Di tengahnya ada kapel tua dengan dinding yang terbuat dari batu dan pintu kayu yang kokoh. Biasanya menurut tradisi orang Jerman, sebelum dimakamkan keluarga membawa anggota keluarganya ke dalam Kapel. Selain dilakukan misa pemberkatan jenazah, kerabat dan handai taulan bisa memberi penghormatan terakhir di Kapel, bukan rumah tinggal dari orang yang kedukaan. Sepertinya tradisi Jerman dengan Austria tidak berbeda.

Di tepi Salzburg ini Petersfriedhof yang juga adalah katakombe, bangunannya dipahat cantik mengikuti kontur tanah di sekitarnya. Tak lama kami di sana karena udara di kaki pegunungan seperti menusuk badan saya. Kami pun bergegas menuju pusat kota tua, Altstadt yang letaknya tak jauh dari situ.

Katakomben tidak hanya di Salzburg, ada di beberapa tempat seperti Roma, dsb. Namun katakombe terbesar di dunia ada di Pulau Milos, Yunani. 

Well, good to know!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.