Selamat Hari Blogger Indonesia 27 Oktober

Posted on October 27, 2017

10



Hi Bloggers in Indonesia, Happy Anniversary! Semangat menulis ya!

Ini yang menginspirasi saya menulis, Beata Maria Theresa Ledóchswska yang diabadikan di Dom Salzburg. Karya tulisnya mampu membuat sejarah. Di atasnya adalah lukisan perbudakan di Afrika yang diperanginya melalui tulisan. Apa inspirasi menulis anda?

Hari ini 27 Oktober diperingati sebagai hari Blogger di Indonesia. Bagi saya menulis lebih dari sekedar hobi atau minat saja. Saya pernah menuliskan manfaat terapi menulis bagi kesehatan mental. 

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/27/5-manfaat-blogging-buat-kesehatan-mental/

Saya pernah memberi penguatan kapasitas menulis bagi tenaga pendidik di Jawa Barat. Saya menanyakan ke beberapa peserta meski dunia tulis menulis adalah ‘makanan’ sehari-hari di saat mengajar namun menulis itu tak mudah alias sulit. Padahal manfaatnya luar biasa jika ditekuni bahkan bila diajarkan lagi ke siswa didik dalam membuat tulisan laporan pembelajaran, misalnya. Keren ‘kan! Berapa banyak siswa-siswa nanti yang akan menjadi penulis.

Baca https://liwunfamily.com/2014/08/03/5-alasan-mengapa-perlu-menulis/

Apa alasan saya menulis? Saya selalu berharap bahwa tulisan saya menginspirasi atau mengubah sesuatu. Apakah bisa? Bisa pastinya. Saya ingatkan tentang sejarah masa lalu dari tulisan yang berjudul ‘Max Havelaar’ karya Dr. Douwes Dekker sebagai nama pena, aslinya adalah Multatuli. Awalnya ini adalah roman namun mengambil latar belakang tentang sistim tanam paksa di Rengasdengklok, Banten. Tulisan yang diterbitkan tahun 1860, ternyata mampu mengubah apa yang terjadi. Sepuluh tahun kemudian muncul UU Agraria tahun 1870 untuk memperbaiki sistim tanam paksa. See that!

Bacahttps://liwunfamily.com/2016/04/02/hebatkan-dirimu-lewat-tulisan/

Itu contoh di tanah air, sampai sekarang saya belum selesai membaca roman itu. Lalu suatu kali saya pun tersentuh dengan inspirasi menulis lainnya dari seorang Beata atau orang kudus yang diakui Gereja Katolik. Namanya Maria Theresa Ledóchwska, yang saya temukan di Dom Salzburg. Siapakah dia sesungguhnya?

Maria Theresa Ledóchwska adalah seorang misionaris dan pendiri konggergasi para suster di Afrika. Apa yang dilakukan selama hidupnya? Dia memperjuangkan keadilan dan martabat manusia yang ditindas karena perbudakan di Afrika melalui karya sastra. Dia menulis novel dan mempublikasikan sejumlah buku untuk memenuhi misi kemanusiaannya. Di Afrika, dia sampai diberi gelar ‘Apostle to the Slaves.’ Dia memulai karya misinya akhir abad 19 dan wafat tahun 1922. Kutipan favoritnya yang membuat saya tersentuh adalah ‘Jika Tuhan sudah memberikan bakat menulis padamu, kembangkan itu sebagai pelayanan dalam hidup.’

Dari situ saya terinspirasi bahwa menulis bukan sekedar hobi atau kesukaan, jika kita bersedia menekuninya maka menulis akan mengubah dunia. Ini masanya dan tulisan tak pernah lekang oleh waktu. 

Satu hal yang diingatkan menulis itu meningkatkan kualitas otak yakni bagian batang dan thalamus untuk mengkoordinasikan infomasi, gerak tubuh dan atensi. Menulis akan mengaktifkan otak sesering mungkin. Otak merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa. Jika hidup terasa monoton, terlalu membosankan dan merasa itu-itu saja, mengapa tidak mencoba menulis?

Buat sejarah hidup anda dengan menulis, mengapa tidak? ✍

Advertisements
Posted in: OPINION