Konsep Bahagia Ala Albert Einstein: das Leben zu Leben

Posted on October 29, 2017

6



Albert Einstein di Museum Madame Tussauds. 

Kekaguman saya dengan tokoh ini tidak hanya sekedar sebagai ilmuwan semata namun juga seorang tokoh humanis. Meski tak selesai menonton film dokumenter yang bercerita mengenai otobiografi tokoh Albert Einstein, namun saya percaya keseluruhan dari proses hidup Einstein tetap dikenal dan dikenang. Jika orang lain memandang tokoh ini dari kajian ilmu fisika, saya mendapatkan banyak inspirasi lainnya yang tidak berbau ilmiah. Seperti yang pernah saya tulis tentang kesalahan sebagai suatu pelajaran, bukan kegagalan.

Baca https://liwunfamily.com/2016/09/18/jadilah-bijaksana-usai-kesalahan/

Baru-baru ini saya menonton berita di televisi di sini, bahwa kertas yang ditulis Albert Einstein tentang ‘konsep bahagia’ telah laku terjual dalam lelang. Dikatakan bahwa Einstein memberikannya pada room boy hotel tempatnya menginap di Jepang. Ini semacam pengganti tip karena di Jepang tak berlaku budaya tip. Ia berpesan bahwa secarik kertas yang ditulisnya dalam bahasa Jerman lebih berharga ketimbang tip yang sesungguhnya. 

Menurutnya, kehidupan yang sederhana itu lebih mendatangkan kebahagiaan ketimbang hidup yang terikat dan gelisah untuk mengejar kesuksesan. Menarik ya! Bagi saya, itu benar. Kesuksesan itu kadang menimbulkan ketidakpuasan apalagi ukurannya bermacam-macam tergantung norma sosial, pendidikan dan pendapat pribadi. Jadi ketika sukses menjadi ukuran kebahagiaan, rasanya itu malah menimbulkan ketidakbahagiaan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/06/11/sukses-itu

Pria kelahiran Jerman ini juga membuat saya paham bahwa hidup pada kenyataannya tidak seperti teori. Apakah anda pernah mengalaminya? ‘If the facts don’t fit the theory, change the facts.’  Quotes dari Albert Einstein. Anda akan ‘gila‘ jika ingin hasil yang berbeda dengan cara yang sama. Berubahlah jika ingin hasil yang lebih baik.

Bagaimana pun bahwa hidup terjadi sebagian besar tidak sesuai dengan teori yang kita pikirkan. Itu artinya berusahalah sekuat tenaga. Kata Einstein sekali lagi, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Tuhan membayar bagi siapa pun yang bekerja keras untuk menggapainya.

Kembali lagi ke topik kebahagiaan, si pembuat teori relativitas pun secara jelas sudah menyatakan bahwa kebahagiaan juga sifatnya relatif. Bahagia menurut saya, belum tentu bahagia menurut anda. Karena bahagia menurut saya adalah keajaiban-keajaiban diluar teori yang saya buat. 

Terakhir saya sepakat dengan yang dikatakan Albert Einsten yakniEs gibt zwei Wege, das Leben zu Leben: alles selbstverständlich zu nehmen, oder die ganze Welt als Wunder zu betrachten. Ich glaube an Letzteres. Yups, bahwa keajaiban yang terjadi dalam hidup itu yang memunculkan kebahagiaan secara sederhana.

Anda sendiri bagaimana? Selamat berhari Minggu ❤

Advertisements
Posted in: PSYCHOLOGY