TRAVELING

Mengapa Banyak Orang Ingin Berkunjung ke Shenzhen, Tiongkok?

Selamat datang di Lou Ho, Shenzen!

Suasana kala malam hari.

Gedung pencakar langit dari jendela kamar hotel.

Berkeliling kota dengan jarak dekat, bisa sewa sepeda.

Menikmati kuliner malam.

Ini aneka rempah mungkin yang dijual.

Selamat datang bulan November! Apa rencana anda di bulan ini? Tetap semangat menjelang dua bulan lagi tutup tahun. Apakah semua rencana anda di tahun ini sudah tercapai semua? Jika belum, mari berpacu mengejarnya. Kali ini saya membahas soal traveling lagi yang selalu seksi untuk dibaca. Karena masih banyak orang penasaran dengan cerita traveling saya, silahkan di simak artikel di bawah ini.

Anda yang pernah datang ke Hong Kong, mungkin terbersit keinginan untuk mengunjungi wilayah Tiongkok, yang berdekatan langsung. Ya, Shenzhen adalah kota metropolis di provinsi Guangdong. Tepatnya kota ini berbatasan langsung atau sebelah utara dari Hong Kong. Katanya dua puluh tahun lalu, kota ini masih sepi namun sekarang kota ini tumbuh seperti kota industri. 

Bagi orang Indonesia sekarang tentu tak mudah untuk masuk ke sini, anda perlu visa yang diterbitkan di Kedutaan di lokasi anda tinggal. Peraturan berubah ketika dulu banyak orang Indonesia ingin melihat dan merasakan langsung Tiongkok sambil lalu dari Hong Kong. Beruntungnya saya masih bisa diijinkan untuk datang bersama suami dengan VOA (Visa On Arrival) lima hari untuk melihat sejenak kota yang dirancang sebagai Special Economic Zone

Dari hasil pengamatan, berikut alasan mengapa banyak orang ingin datang ke Shenzen?

  • Alasan industri

Jika anda melewati perbatasan antara Hong Kong dan Shenzhen, anda akan menemui ratusan atau ribuan orang datang dan pergi tak pernah sepi. Kota ini menjadi pusat industri beberapa produksi teknologi Tiongkok seperti Huawei, ZTE, itu yang saya ketahui. Di sini ada Shenzhen Hi-Tech Industry Park juga. Kota ini bertumbuh cepat dan banyak bangunan bergedung tinggi yang dibuat bak kota industri. Apalagi Shenzhen juga punya bandara dan pelabuhan sendiri sehingga jangkauan perdagangan berbagai lintas udara dan laut begitu mudah. Banyak juga tenaga kerja asal Asia yang bekerja di sini. Itu sebab kekhawatiran penyalahgunaan ijin datang sebagai turis bermunculan. Beberapa negara mulai dibatasi, termasuk Indonesia. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/01/pengalaman-urus-visa-2017-shenzhen-tiongkok/

  • Alasan wisata

Jika menyimak lokasi wisata di sini, memang lebih baik mengikuti paket tur yang disediakan. Destinasi wisata di sini berbeda dengan di Hong Kong yang mudah bagi turis. Namun pengunjung yang datang senang dengan segala hal wisata yang tak melulu natural seperti Window of World, dimana anda bisa menemukan landmark dari berbagai belahan dunia yang berbentuk mini di sini. Untuk memudahkan transportasi, anda bisa memanfaatkan metro, kereta untuk dalam kota. Atau jika jarak berdekatan, bisa sewa sepeda. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/03/mobike-keliling-kota-shenzhen-pakai-sepeda/

  • Alasan budaya 

Karena Hong Kong sudah menjadi wilayah multi-etnis maka Shenzhen masih menjadi alasan untuk melihat budaya Tiongkok lebih dekat. Di sini sulit sekali menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Namun tenang saja, penduduknya sangat ramah dan mau membantu jika ada kesulitan atau tersesat. Ada banyak Temple yang terbuka untuk dikunjungi. Kekentalan budaya juga tampak dari kuliner yang dijajakan. Mungkin anda tertarik mencobanya, silahkan. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/07/cicipi-wisata-kuliner-ala-shenzhen-di-malam-hari/

  • Alasah biaya hidup 

Dibandingkan di Hong Kong yang begitu mahal untuk sewa hotel, di sini saya masih bisa dapatkan hotel yang berfasilitas baik dengan harga yang sama. Biaya hidup murah juga terasa saat membeli air minum kemasan, di Hong Kong perlu keluar uang 5HKD-9HKD sedangkan di sini hanya sekitar 3RMB untuk kemasan 500ml. Makanan juga banyak pilihan karena ada mall terbesar dan varian restoran yang tak kalah menarik juga dan harganya masih terjangkau. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/10/mengunjungi-shenzhen-tiongkok/

Apakah anda pernah mengunjungi Shezhen atau kota lain di Tiongkok? Bila ya, silahkan bagikan dalam kolom komentar di bawah!

Advertisements

3 replies »

  1. Saya pernah ke Shenzhen via Hongkong. Agak kampung kalau dibandingkan Hongkong, di Metro banyak orang bawa karung. Terus di Windows of the world sempat makan di KFC yg ada di depan, ayam gorengnya biasa, tapi tulangnya keras banget, lebih keras dari ayam kampung, kalo di Indonesia kan tulangnya lunak bisa dikunyah.Ada juga pengemis di kursi roda bawa banyak lencana penghargaan, ga ada petugas keamanan nya. Pas beli token metro di mesin, kami dikerumuni anak SMP yang tampaknya belum pernah naik metro. Trus karena parno dgr cerita ttg jorok nya toilet di sana, sepulang dari WOW langsung balik lg ke Hongkong. Setelah baca blog ini, mungkin suatu saat nanti ke sana lagi, nginap di Shenzhen.

    Like

    • Hallo,

      Shenzhen memang tidak terlalu moderen dibandingkan Hong Kong, namun sekarang jadi area industri di sana. Mungkin anda masuk masih bisa VOA, sekarang sudah tidak mungkin lagi. Jika memungkinkan itu pun untung-untungan saat di border imigrasi. Ceritanya kok mirip, saya juga mampir di KFC dekat port Lou Hu ya? Saya juga tidak lama di sana, karena kebetulan coba-coba eh ternyata diijinkan, sempat ditolak karena WNI, namun karena saya bersama suami WNA, jadi diijinkan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.