Seberapa Sering Perawatan Rambut di Salon? Ini yang Menentukan

Posted on November 4, 2017

0



Peralatan salon di Jerman yang digunakan tampak lebih moderen ketimbang salon langganan saya di Jakarta.

Si penata rambut sedang menangani salah satu pelanggan, seorang oma yang sudah senior. Jangan lupa beri tip! Di hadapan saya di ruang tunggu tersedia bahan bacaan. Anda ditanya mau minum apa sembari menunggu panggilan.

Di ujung lain, si penata rambu menangani rambut pelanggan pria. Sedangkan di samping mereka sedang terjadi transaksi di kasir. Di dinding dekat kasir ditempelkan sertifikat keahlian si penata rambut. Di sini keahlian menata rambut harus ditunjukkan sertifikat kelayakan dan ijin usaha.

Hallo Ladies, pertanyaan pada judul di atas mungkin pernah muncul dalam benak anda. Pasalnya memiliki rambut cantik bak artis atau public figure di televisi bukan perkara murah. Anda pastinya perlu kocek tebal untuk bolak-balik ke salon atau membeli aneka produk penataan rambut agar hasilnya optimal. Saya pernah berpikir bahwa mungkin jika saya kaya maka saya punya satu ruang khusus berikut satu hair styles khusus menangani rambut saya. Sayangnya saya tidak kaya. Apa daya saya membeli aneka peralatan rambut dan melakukannya sendiri. Itu jika saya bersemangat mengerjakannya, jika malas maka kembali lagi ke salon.

Dulu di Indonesia ada banyak salon dan perawatan rambut yang bertebaran di kota besar seperti Jakarta. Wiken datang maka jadwal kunjungan ke salon pun jadi salah satu agenda. Bagi saya, wajah dan kulit adalah anugerah Tuhan yang tidak bisa diutak-atik tetapi rambut mungkin saya bisa membuatnya jadi istimewa. Apa pun yang terjadi sepanjang hari, rambut yang tertata cantik membuat saya percaya diri. Apakah anda begitu? Tepat jika dikatakan rambut adalah mahkota perempuan. 

Sesekali traveling, saya juga pernah mendatangi salon hanya untuk mengamati bagaimana mereka mengerjakan rambut pelanggannya. Misal nih saya pernah datangi salon di mall di Hat Yai, kota paling selatan Thailand. Kebanyakan pekerja di salon adalah para transgender. Karena keperluan saya hanya hair blow, maka saya tidak banyak tahu perawatan rambut lain. Soal harga jika dikalkulasikan sama seperti di Indonesia. Saya bayar 250 Baht tahun 2012 kala itu sedangkan sama harga yang dibayarkan di Jakarta. Si petugas memberi saya jubah agar baju saya tidak basah setelah dikeramas. Lalu saya dikenakan alas di seputar pundak dan leher dengan bahan material sama seperti ban. Si petugas mulai menata rambut saya dengan terampil tanpa banyak basa-basi. Mungkin saya kelihatan turis. Rambut terlihat cantik meski saat itu saya adalah backpacker

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/18/menjangkau-kotakota-hat-yai-dari-penang-malaysia/

Kembali ke judul, berikut adalah faktor yang menentukan seberapa sering anda harus melakukan perawatan rambut di salon. 

  • Seberapa tinggi aktivitas anda setiap hari

Mereka yang bekerja dengan interaksi tinggi di outdoor tentu berbeda dengan mereka yang hanya bekerja di ruangan tertutup misalnya. Mereka yang berada di outdoor punya banyak tantangan untuk rambut seperti panas matahari, asap knalpot, polusi udara dan sebagainya. Selain itu, mereka yang intens untuk tampil di hadapan publik agar terlihat menawan pun menuntut penampilan yang sempurna soal rambut. Pekerjaan tersebut misalnya host televisi, reporter, humas, sales marketing, pramugari, dan sebagainya. Tingginya aktivitas anda yang menuntut penampilan indah tentu menjadi kenyataan anda perlu melakukan perawatan rambut yang intens agar anda tetap baik.

  • Seberapa tinggi polusi udara di sekitar anda

Saya pernah bertualang ke perbatasan Kamboja dari Thailand. Saat itu saya menemukan perbatasan sedang direnovasi. Di Thailand saya dapat fasilitas hotel yang baik jadi saya sudah mencuci rambut dengan baik. Apa daya di perbatasan, sedang dilakukan perbaikan pembangunan. Hilir mudik kendaraan tak beraturan yang memicu polusi dan udara yang berpolusi akibat material pembangunan menyebabkan rambut saya yang semula bersih langsung kotor. Jika anda mendapati diri berhadapan dengan polusi udara setiap hari, rasanya anda perlu menjaga rambut anda tetap sehat dengan mengunjungi hair styles

Baca https://liwunfamily.com/2016/12/08/ini-perlu-diketahui-bila-menjangkau-perbatasan-thailand-kamboja/

  • Seberapa masalah rambut

Suatu kali saya ingin rambut saya terlihat berbeda maka saya melakukan perawatan rambut dengan smoothing. Alhasil rambut saya lurus indah seperti yang diinginkan. Selang beberapa hari saya melihat rambut yang berwarna kelihatan keren. Maka saya putuskan hari Sabtu berikutnya saya mewarnai rambut di salon yang berbeda, bukan langganan saya. Karena ini bukan salon langganan jadi si penata rambut melakukan apa yang saya minta. Anda tahu sepulang dari salon, saya mencuci rambut saya dan hasilnya rambut saya tampak seperti ekor jagung. Oh no! Kesalahan ada pada saya, yang terlalu memaksakan keinginan tanpa memperhitungkan kondisi rambut yang masih perawatan smoothing. Saya datangi salon langganan dan dia mengatakan bahwa sebaiknya setelah melakukan smoothing, saya tidak melakukan perawatan rambut lainnya selama sebulan. Begitulah, setiap wiken saya datangi salon langganan untuk memberikan treatment dan memotong sedikit demi sedikit rambut jagung saya. Jika rambut anda bermasalah, memang sebaiknya anda perlu mendatangi ahlinya di salon. Jangan pernah bereksperimen dengan rambut anda karena jika rusak, mahal perawatannya!

Baca https://liwunfamily.com/2015/01/04/5-penyebab-rambut-terlihat-kusam/

  • Seberapa panjang atau pendek rambut anda

Bagi mereka yang berambut panjang tentu akan membayar sedikit lebih mahal dibandingkan rambut pendek di salon. Itu mengapa memotong rambut pria harganya lebih murah dibandingkan memotong rambut perempuan. Jika anda memiliki rambut panjang yang terawat dan indah layaknya bintang iklan shampo maka anda perlu melakukan perawatan rambut di salon. Namun bagi anda yang sibuk dan tak suka menghabiskan waktu dengan penataan rambut, pilih yang praktis yakni rambut pendek. Panjang pendek menentukan seberapa sering melakukan perawatan rambut di salon. Bilamana anda punya rambut panjang tentu akan lebih intense ke salon agar terawat dengan baik dan cantik.

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/17/plus-minus-perempuan-berambut-panjang/

  • Seberapa banyak uang anda

Saya pikir saat ini saya juga perlu menghitung ulang biaya jika ke salon di Jerman. Karena harganya jauh lebih mahal dibandingkan di salon langgganan saya di Jakarta. Jika perawatan rambut bisa melebihi 50€, saya memilih untuk melakukannya sendiri di rumah dengan peralatan rambut yang saya miliki. Namun bagi anda yang tidak memikirkan masalah uang, saya yakin pergi ke salon bisa menjadi agenda rutinitas mingguan atau bulanan.

Baca https://liwunfamily.com/2016/08/21/saya-bangga-warna-kulit-saya-ich-bin-eine-exotische-frau/

Kesimpulan

Seberapa sering kita pergi ke salon? Saya pikir kembali ke soal kebutuhan dan gaya hidup. Jika bagi anda perlu untuk membuat anda terlihat sempurna dengan rambut anda, mengapa tidak pergi ke salon? Apalagi gaya hidup juga memaksa anda untuk tampil cantik, pergi ke salon bisa jadi kewajiban, bukan pilihan. 

Ada pendapat?

Advertisements
Posted in: OPINION