Coba Milchkaffee di Kafe Barista, Austria: Rekomendasi Tempat (2)

Posted on November 5, 2017

0



Satu cappucino di depan dan satu milchkaffe milik saya.

Milchkaffee rasanya mantap di sini.

Ada juga pilihan minum berbagai varian teh dari berbagai belahan dunia lainnya.

Ini dia tempatnya.

Sambil menikmati suasana kota Baroque di luar kafe.


Tanggal 31 Oktober kemarin adalah hari libur di Jerman. Saya dan suami memutuskan berbelanja dan jalan-jalan di kota Schärding, Austria. Kota ini pernah saya bahas sebelumnya, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jerman. Usai jalan, saya pun menikmati pusat kota dengan nongkrong di warung kopi layaknya turis. Saya lihat ternyata banyak juga orang Jerman yang datang ke sini. Ini terlihat dari plat mobil mereka yang lalu lalang dan parkir.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Sebagian turis senang untuk berada di luar kafe karena bisa menikmati pemandangan bangunan baroque di sekitar kafe. Lagi pula udaranya yang sejuk seperti membuka pintu kulkas, membuat mereka betah duduk di luar kafe. Sementara suami saya tahu bahwa saya lebih memilih duduk di dalam karena ingin menghangatkan badan. Kafe yang saya kunjungi bernama ‘Barista: Làchinger’s Cafè & Bar’ berada di deretan bangunan baroque di pusat kota Schärding. 

Struktur bangunan yang menarik di dalam kafe membuat banyak orang betah dan nyaman. Saat kami datang, kafe ramai dikunjungi terlihat dari hilir mudik pramusaji memenuhi permintaan pelanggan. Jadi sebagai tamu kafe, kita tinggal duduk hingga si pramusaji datang dan menanyakan pesanan. Begitu pun saat selesai memesan dan ingin membayar, kita panggil lagi pramusaji. Pramusaji bertugas merangkap sebagai kasir juga. Dia akan membuatkan bon pesanan kita dan menerima pembayaran. Jangan lupa tip ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/23/jangan-pelit-beri-tip/

Karena saya tidak ingin minum kopi, pilihan jatuh antara teh atau milchkaffee. Di sini ada beragam teh yang kelihatannya mampu membuat saya rileks dan hangat setelah berdingin ria di luar. Tiba-tiba pramusaji datang menanyakan pesanan. Suami langsung berkata “Eins capuccino und eins milchkaffe.” Ya saya tidak protes juga karena saya juga bingung di antara dua pilihan. Milchkaffee, mengapa tidak?

Milchkaffee di sini bisa juga disebut hauskaffee. Di Indonesia boleh diartikan secara harafiah adalah kopi susu, namun ini berbeda seperti biasa dikenal di Indonesia dimana menggunakan susu kental manis. Di Jerman, milchkaffee populer bila mereka tak terlalu suka dengan kuatnya kafein dalam kopi. Kopinya pertama-tama disaring. Lalu komposisinya 50% kopi dan 50% susu cair, tanpa perlu pemanis lagi. Biasanya ada yang menaburkan juga bubuk kakao agar ada rasa manisnya. Ada yang mengatakan milchkaffee seperti minuman espresso yang mewah. 

Selang lima belas menit kemudian, pesanan datang. Ukuran cangkir cappucino lebih kecil ketimbang cangkir milchkaffee. Lalu kami berdua mendapatkan masing-masing satu gelas kecil isi air putih biasa. Setelah dinikmati keduanya benar-benar enak. Tempatnya pun nyaman dan asyik untuk ngobrol.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan kue-kue yang terlihat lezat. Sayangnya saya tidak mencobanya. Kami juga senang karena kafe ini juga menyediakan toilet yang nyaman bagi pengunjung. Ini penting karena di daerah wisata, kita masih kesulitan mendapatkan toilet umum.

Mungkin lain kali lagi kami datang, saya ingin mencoba aneka teh yang berasal dari berbagai belahan dunia lain. Tempatnya recommended, bila anda berwisata ke sini.

Menurut saya milchkaffee rasanya tepat jika anda suka kopi namun tidak terlalu kuat kandungan kafeinnya. Karena milchkaffee juga mengandung susu, bukan krim atau creamer loh. Jika anda datang ke Jerman atau Austria, silahkan coba milchkaffee atau hauskaffee, dijamin ketagihan deh!

Semoga bermanfaat!

Bagaimana pengalaman anda meminum milchkaffee atau mungkin kopi susu?

Advertisements
Posted in: FOOD, TRAVELING