Rote Bete und Süßkirchen: Manisan Ala Jerman yang Menyehatkan

Posted on November 7, 2017

0



Tidak setiap hari mengkonsumsi daging. Tubuh pun perlu rehat beberapa hari. Lalu makan daging juga diselingi buah atau sayuran.

Jika tak ada buah atau sayuran, bisa juga diganti manisan seperti manisan buah bit atau manisan buah cherry.

Süßkirchen, manisan buah cherry.



Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kebiasaan orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan setiap hari. Misalnya nih satu minggu full tentu tak baik jika terus menerus makan daging. Jadi pasti ada jeda beberapa hari tidak makan daging. Untuk melengkapi gizi dan nutrisi makanan, kadang diselingi dengan salat atau manisan buah.

Beberapa waktu lalu saya perkenalkan salat mentimun atau salat tomat di sini. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/11/buat-salad-mentimun-gurkensalat/

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/03/masak-zigeunerschnitzel-mit-nudeln-und-tomatensalat/

Sekarang saya perkenalkan manisan buah yang sesungguhnya rasanya tak manis-manis amat seperti permen. Hanya saja untuk menguatkan rasa dari rasa aslinya ditambah gula. Contohnya buah bit. Anda pasti tahu buah yang digolongkan dalam kelompok lobak ini rasanya tak selezat buah pada umumnya. Itu yang saya alami. Dulu saat membuat jus bit dan buah naga bukan hal yang saya suka. Karena mengolah buah bit membuat tangan berwarna merah. Akhirnya saya menyerah!

Buah bit itu bagus buat kesehatan. Selain untuk membuang racun dalam tubuh, buah bit baik untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah anemia. Kandungan antioksidan di dalam buah bit juga mencegah tubuh dari kanker atau tumor. Nah, tentu malas mengolah buah bit atau mengunyah rasanya yang menurut saya tak berasa lezat seperti buah pada umumnya. 

Manisan buah bit atau Rote Bete.

Di Jerman saya mengenal manisan Rote Bete yang dimakan di sela-sela makanan berat dan tak berserat. Rasanya tak seberapa manis dan enak membuat saya suka mengunyahnya. Siasat membuat manisan rote bete cocok juga buat orang yang malas mengolah buah bit tetapi membutuhkannya untuk keperluan nutrisi.

Lanjut manisan yang lain adalah Süßirchen. ‘Kirche’ sendiri diterjemahkan sebagai buah ‘cherry’. Karena kata jamak, sehingga menjadi ‘kirchen’. Buah cherry juga rasanya tak seberapa lezat dibandingkan buah lain. Lagi-lagi itu menurut pendapat saya. Namun saya adalah orang pertama yang berburu cherry jika diletakkan pada kue sebagai hiasan. Buah cherry sebagai hiasan kue sudah dalam bentuk manisan. Namun aslinya buah cherry yang saya dapati di sini kadang manis kadang masam.

Manisan buah cherry atau Süßkirchen.

Begitu pun cherry yang bisa juga dibuat dalam manisan. Manisan cherry dikenal namanya süßkirchen. Segala buah-buahan baik untuk tubuh, termasuk cherry. Kandungan cherry mampu menangkal radikal bebas dan memerangi berbagai kanker dalam organ tubuh. Cherry dikatakan rendah lemak namun tinggi kadar airnya. Itu sebab saya mengunyah süßkirchen saat menyantap daging. 

Rasanya cukup bermanfaat dari kedua buah yang saya tulis di atas. Andai beberapa hari dalam seminggu kita meluangkan waktu untuk menyediakan buah atau manisan tentu tubuh akan berasa fit dan menyehatkan. Setidaknya kedua buah, buah bit dan buah cherry yang aslinya dimakan tak lezat namun dibuat manisan membuat siapa saja suka. Manisnya benar-benar pas dan tidak berlebihan seperti layaknya gula-gula.

Bagaimana pengalaman anda mengkonsumsi buah?

Advertisements