ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Blut- und Leberwurst: Masakan Khas Jerman (14)

Ini masakan tradisional Jerman, dua sosis tersebut. Sosis yang berwarna lebih gelap namanya Blutwurst dan sosis yang berwarna terang, namanya Leberwurst.


Biasa dimakan bersama kentang rebus atau roti atau kentang tumbuk. Untuk menyajikannya, biasanya dengan sauerkraut.


Masakan khas Jerman memang tak pernah berkesudahan untuk dituliskan. Selain unik dan menarik karena tidak pernah saya jumpai sebelumnya di Indonesia. Salah satunya yang menarik adalah sosis, Blut-und Leberwurst, yang penampilannya pernah saya lihat serupa seperti di Seoul, Korea Selatan. Sosis ini tidak seperti pada umumnya yang berisi daging. Penasaran ‘kan?

Di restoran, kami memesan makanan ini seharga 16€ satu porsi. Namun jika anda tahu cara memasaknya, anda tinggal pergi ke tukang daging atau yang dikenal ‘Metzgerei’ dalam bahasa Jerman. Lalu anda bisa membeli yang sudah matang, setiba di rumah anda tinggal menghangatkan dengan cara merebusnya dalam air. Ini benar-benar masakan Jerman menurut saya.

Blutwurst di Jerman namun di beberapa negara lain yang serupa bisa dikatakan ini adalah ‘puding hitam.’ Bluwurst dihasilkan secara tradisional dengan resep turun temurun. Pembuatannya hanya metzegerei atau tukang daging yang tahu. Warna lebih hitam dibandingkan warna sosis pada umumnya. Warna hitam dihasilkan dari campuran darah daging yang dominan. Karena teksturnya lembek dan koyak seperti puding, di beberapa negara yang mengenal makanan ini, menyebut sosis ini ‘puding hitam.’

Untuk menyantapnya, gunakan pisau yang tajam. Potong di sisi tengah sosis lalu lebarkan kedua sisi dengan garpu dan pisau. Keluarkan seluruh isinya. Untuk sosis yang lain pun demikian.

Setelah semua isi sosis dikeluarkan campurkan keduanya sehingga muncul seperti ini. Menarik ya!


Di Bayern terutama, sosis ini disajikan bersamaan dengan leberwurst. Warna sosis lebih terang ketimbang blutwurst. Warna ini dipicu oleh pembuatannya yang berasal dari hati olahan. Kemudian diproses serupa sosis pada umumnya. Tentu sosis ini, leberwurst lebih mudah didapatkan di tukang daging dibandingkan mengolahnya sendiri.

Kedua sosis ini Blut- und Leberwurst memang disajikan bersamaan sebagai makanan tradisional Jerman. Untuk menyantapnya, biasanya disajikan dengan sauerkraut. Lalu sebagai makanan pokok, kedua sosis bisa dimakan dengan roti atau kentang rebus. Itu semua sesuai selera anda. Ini sudah kali kedua saya menyantap sosis ini. Pertama kali saya makan di restoran, saya makan dengan kentang tumbuk atau kartoffelpüree. Rasanya lezat dan tidak ada bau amis sama sekali.

Tertarik mencobanya? 

Advertisements

5 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.