Medan, Sumatera Utara: Vihara Setia Budi, Letaknya Tersembunyi di Keramaian Kota

Vihara Setia Budi di Kota Medan.

Tampak kejauhan bahwa Vihara ini letaknya tersembunyi.

Setelah puas berfoto di Istana Maimun, yang bisa anda temukan pada cerita saya sebelumnya, teman kerja saya belum merasa puas berkeliling kota Medan. Kemudian tukang becak yang mengayuh kami samar-samar mendengar percakapan kami. Dia pun mengusulkan untuk membawa kami ke Vihara yang terkenal di kota ini. Si tukang becak paham bahwa kami memang tak ingin bersembahyang di sana, hanya menyelusuri kota Medan yang plural dan penuh perpaduan antar bangsa. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/15/mengapa-istana-maimun-medan-wajib-dikunjungi/

Kertas sembahyang.

Nuansa merah memenuhi ruangan.

Untunglah ada tukang becak yang membawa kami, ketika kami tiba di sana ternyata letak Vihara tersembunyi. Meski kami sudah melihat dari kejauhan bangunan tinggi menjulang tersebut yang bercirikan khas Tiongkok, namun ternyata tidak mudah juga dicapai. Bangunan ini dikelilingi tembok yang tinggi sebagai pelindung keamanan.

Kami disambut oleh seorang penjaga di sana. Dengan ramah kami jelaskan maksud kedatangan, kemudian bapak itu mempersilahkan kami masuk. Berbagai simbol keagamaan pun sudah terlihat dari gerbang masuk. Ada informasi tertulis untuk umat yang datang misalnya tidak membawa minyak pelita karena kekhawatiran hal-hal yang tidak dikehendaki terjadi. Di sudut lain, ada informasi tertulis untuk memasukkan uang ke kotak sumbangan yang tersedia, bukan pada Pek Ho Ya.

Sekitar Vihara.

Di dalam Vihara.

Dupa sembahyang ditancapkan di sini.

Salah seorang umat sedang mempersiapkan diri untuk bersembahyang.

Nuansa Vihara di sekitarnya berwarna merah serupa pada tempat ibadah untuk umat Budha pada umumnya. Beberapa orang tampak sedang bersembahyang di situ. Mereka yang bersembahyang meletakkan dupa yang terbakar dan menancapkan di tempat yang sudah tersedia. Baik dupa maupun lilin, semuanya terlihat berwarna merah.

Ketika saya dan teman hendak berpamitan, kami mencari bapak penjaga untuk berterimakasih karena sudah membolehkan kami masuk. Bapak tersebut menjelaskan bahwa Vihara ini sudah lama berdiri sebelum kemerdekaan, tahun 1945. Saat saya cari informasinya di internet, dikatakan Vihara sudah ada sekitar 1908. Ada pula yang mengatakan sebelum meninggalnya seorang Pengusaha asal Medan pada tahun 1921, yang menjadi donatur terbesar Vihara ini. Namun pastinya Vihara ini tak lekang oleh waktu, masih berdiri kokoh di tengah keramaian kota Medan.

Bila kita mengunjungi tempat ibadah, berikut hal yang perlu diperhatikan dan perlu disimak di sini

Baca https://liwunfamily.com/2014/05/21/8-tips-mengunjungi-tempat-ibadah-yang-jadi-lokasi-wisata/

Semoga bermanfaat!

Advertisements


Categories: TRAVELING

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: