Mengapa Ada Orang Suka Datang Terlambat?

Why are some people always late? 

 Here is a note to describe five reasons in explaining tend to happen some people who are always late. 

  1. The frequently people always come late that identified to Type B.
  2. Family habits.
  3. Social influence.
  4. People are late because they don’t want to come early.
  5. ‘Attention seeking needy’ symptom.

I’d prefer to explain those in Bahasa Indonesia as below. 

****

Ilustrasi.

Siapa pun yang pernah berada di Jerman pasti paham bahwa kehidupan di sini begitu tertib dan disiplin soal waktu. Tentang jadwal kereta dan bis sebagai transportasi massal pun sesuai dengan jam dan menitnya. Luar biasa ‘kan! Salah satu hal yang perlu dihormati jika anda membuat janji dengan orang Jerman adalah ketepatan waktu. Jangan sampai anda mempermalukan diri sendiri dengan datang terlambat! 

Ternyata ketepatan waktu bukan hanya soal budaya yang menjadi ciri khas suatu bangsa, keterlambatan datang seyogyanya soal cerminan pribadi. Artinya jika kita bisa selalu datang tepat waktu dimana pun berada, maka itulah karakter kita. Tanpa bermaksud menggeneraliasikan, berikut pengamatan dan pengalaman saya terhadap orang-orang yang suka datang terlambat. 

1. Karena karakter orang yang datang terlambat kebanyakan termasuk tipe B.

Dalam psikologi secara umum ada yang membedakan orang melalui tipe A dan tipe B. Namun ini dominan orang, mereka berkisar pada tipe yang tidak ekstrim berada pada kedua kutub tersebut. Saya termasuk tipe A dimana segala sesuatunya bisa dikerjakan secara cepat dan energik. Mereka tipe A akan terlihat cepat dalam berjalan atau cepat saat menyelesaikan pekerjaan. Mengenai ketelitian, itu urusan belakang. Setidaknya mereka terbiasa mengerjakan segala sesuatu sebelum waktu berakhir. Jadi jika orang seperti saya ada janji pertemuan lalu tiba-tiba mengalami kejadian di luar rencana semisal bangun terlambat atau macet di jalan maka bisa menjadi hal yang membuat stress tersendiri. Saya akan berlari atau mengejar waktu agar jangan sampai datang terlambat. 

Sementara bagi mereka bertipe B, mereka memang ditakdirkan untuk menikmati waktu. Mereka bukan seperti orang bertipe A yang mengerjakannya tergesa-gesa. Anda bisa bayangkan jika ada orang tipe A dan tipe B berjalan bersama. Tipe A akan stress menghadapi tipe B yang begitu perlahan dan seperti tidak bersemangat. Mereka tipe B memang selalu memilih belakangan, entah karena mereka berpikir terlalu banyak atau terlalu menikmati waktu sehingga lupa bahwa seyogyanya mereka harus datang tepat waktu. Jadi jika ada janji bertemu maka mereka bertipe A berusaha berlari atau mengejar keterlambatan. Sedangkan orang bertipe B hanya pasrah bahwa memang bangun tidur terlambat, atau beralasan ‘Jakarta selalu macet.’ Artinya anda tidak bisa memaksa karakter pribadi orang, namun anda bisa buat janji 30 menit lebih awal.

2. Karena terbiasa dalam lingkungan keluarga.

Saya mengamati kejadian terlambat ini bila datang ke Gereja. Entah mengapa orang yang datang terlambat selalu keluarga yang sama yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Bagi orangtua saya sejak kecil, kami sudah dibiasakan bangun pagi lebih awal hanya untuk berangkat ke Gereja agar tidak datang terlambat. Lebih baik tidak sarapan pagi ketimbang datang terlambat ke Gereja. Itu prinsip keluarga saya. 

Begitu pun soal disiplin waktu sudah diajarkan sejak berangkat ke sekolah. Orangtua saya menanamkan budaya malu jika saya atau kedua adik saya datang terlambat ke sekolah. Sekolah saya cukup jauh dan perlu menggunakan transportasi umum di Jakarta. Saya pun sudah terbiasa bangun dua atau tiga jam sebelumnya hanya sebagai persiapan berangkat ke sekolah. Itu artinya kebiasaan yang tertanam dalam keluarga menjadi bekal bagi anak untuk tidak berani datang terlambat dalam suatu acara. Percaya deh jika sejak anak-anak dalam keluarga sudah diajarkan datang terlambat dalam acara apa pun, rasanya perlu waktu lama untuk mengubah kebiasaan tepat waktu. Keluarga itu ‘sekolah’ yang pertama.

3. Karena mereka yang suka datang terlambat sudah terbiasa dalam kelompoknya.

Saya bekerja di Indonesia dulu dan sering mengadakan acara pertemuan resmi. Saya terkadang bingung bagaimana mensiasati agar banyak orang hadir sebelum acara pembukaan resmi. Tak elok jika acara dibuka oleh pejabat tetapi tak banyak orang yang datang. Teman saya mengusulkan dalam susunan acara yang dibagikan disebutkan acara pertama bukan pembukaan resmi tetapi registrasi dari jam 08.00 sampai 09.00 pagi hari. Ini sebagai trik agar kecenderungan orang berpikir acara sudah dimulai sejak jam 8 pagi. Artinya acara tidak langsung dimulai dengan pembukaan resmi dulu. Begitulah!

Saya juga beberapa kali mengamati kecenderungan orang datang terlambat ke acara pelatihan. Hari pertama pelatihan hanya tiga orang yang datang terlambat. Hari kedua pelatihan sudah lima sampai sepuluh orang datang terlambat. Hari ketiga pelatihan ternyata lebih banyak lagi orang datang terlambat dari lima puluhan peserta pelatihan. Ini mungkin pengaruh konformitas, orang meniru perilaku orang lain dan dibiarkan meski datang terlambat itu salah. Siasat pelatihan berikutnya adalah memberikan ‘punishment‘ bagi mereka yang datang terlambat. Punishment semacam hukuman agar merasa malu datang terlambat di suatu acara. Jadi kebiasaan kelompok memang perlu diperhitungkan mengapa ada orang suka datang terlambat.

4. Karena mereka yang suka datang terlambat pada dasarnya tak ingin datang lebih awal.

Ada lagi nih alasan teman saya yang suka datang terlambat. Dia termasuk tipe orang yang menurutnya ditakdirkan untuk datang terlambat. Tiap hari datang kuliah selalu datang terlambat entah lima menit hingga tiga puluh menit keterlambatannya. Tiap hari jika ditanya alasan keterlambatannya pun berbeda-beda, selain memang letak rumahnya yang jauh dengan kampus. Teman saya ini mengatakan dia tidak bisa mengatur waktu dengan baik sehingga datang terlambat. 

Lalu saya penasaran karena selalu mendapati dia datang terlambat setiap kuliah. Seharusnya dia bisa datang tepat waktu jika mau bangun tidur lebih awal. Dia menjawab bahwa dia tak suka datang lebih awal ke kampus. Hmm, ini alasan yang aneh namun bisa jadi ada juga orang di dunia ini yang memilih datang terlambat ketimbang datang lebih awal. Alasannya karena tidak suka datang lebih awal. Bagaimana menurut anda?

5. Karena orang yang datang terlambat punya kebutuhan untuk diperhatikan.

Alasan terakhir ini mengacu pada pengalaman kala saya masih muda, dimana kebutuhan eksistensi diri begitu tinggi seperti diperhatikan dan diakui oleh lingkungan sekitar. Adalah teman saya, seorang remaja yang cantik menurut penilaian siapa pun juga saat itu. Karena kami merupakan teman sekolah dan bersahabat baik otomatis saya sering bersama dia untuk menghadiri acara-acara orang muda. Kebiasaan yang tak saya sukai dari dia adalah datang terlambat. Sebenarnya saya ingin berangkat sendiri ke acara itu, tetapi saya kurang percaya diri. Saya juga tidak ingin menghancurkan persahabatan dengan meninggalkannya. 

Beberapa kali datang terlambat tak masalah meski saya tak nyaman dan malu diperhatikan oleh banyak orang. Tetapi tidak bagi teman saya ini. Dia beranggapan datang terlambat seperti layaknya ‘artis’ sehingga selalu jadi pusat perhatian banyak orang. Jika saya datang terlambat saya memilih menyingkir duduk di belakang, tetapi teman saya ini memilih untuk ada di tengah acara. Artinya jika anda ingin menjadi selebriti di tengah acara, datanglah terlambat! Namun ini bukan ide yang baik menurut saya. 

Kesimpulan

Setiap orang punya waktu yang sama setiap hari, 24 jam. Menghargai orang lain dimulai dari menghargai waktu bertemu, datang tepat waktu. Dengan begitu anda pun dihargai oleh orang lain dan sekitarnya. Kelola waktu anda dengan baik jika anda tidak ingin datang terlambat!

Bagaimana pengalaman anda sendiri soal disiplin waktu?

Advertisements


Categories: OPINION, PSYCHOLOGY

Tags: , , , ,

5 replies

  1. Yg Anda tuliskan di atas benar skli.

    Dan juga, ttg datang terlambat itu slh satunya krn lingkungan. Klau misalnya di tempat kerja ada org suka telat, bhkan suka telat, pimpinan gak negur lg, lama2 spirit itu menyebar k yang lain, kcuali kalau memang org punya komitmen utk disiplin waktu, dia gak gampang terpengaruh sih. Bgtu menurut saya.

    Liked by 1 person

  2. Saya paling cepat naik darah, kalau ada acara yg molor alias tidak tepat waktu..😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: