FOOD

Tasse Chai, India Haustea: Teh Rumahan dari India

Teh khas India, racikan rumahan.

Minum teh atau kopi? Pertanyaan itu dilontarkan pramusaji saat saya datang ke restoran India. Lalu pramusaji menyarankan teh buatan mereka yang katanya tepat sesuai kondisi saat itu. Di luar dingin karena salju turun untuk pertama kalinya. Namanya Chai, semacam teh yang diracik sendiri.

Apa yang membedakan teh dari India dengan teh lain yang biasa saya cicipi?

Mereka mengatakan resep ini rahasia dan tidak ingin membagikannya kepada saya. Saya penasaran, apa saja yang terkandung di dalam teh di hadapan saya? Bayangkan warna teh seperti Thai Tea yang pernah saya minum saat di Thailand. Warnanya coklat susu, terlihat coklat muda. Namun soal rasa tentu berbeda dari thai tea.

Itu berarti perbedaan pertama ada pada warnanya yang tak sama seperti kita minum teh kebanyakan. Tentu pembuatannya berbeda juga, meski sama-sama diracik sendiri.

Teh pada umumnya seperti di Indonesia biasa menggunakan daun teh kering yang sudah diracik. Mudahnya, kita bisa beli teh kemasan lalu celupkan tea bag yang berisi daun teh kering di dalam air panas. Tambahkan gula jika suka.

Contoh masala chai yang dijual di supermarket di Jerman.

Ini Chai, teh asal India yang juga dijual di supermarket di Jerman.

Salah satu teh asal India dari Assam, daerah penghasil teh terbesar. Ini ditemukan di supermarket di Jerman.


Chai, teh dari India yang saya minum ini bukan berasal dari daun teh kering. Namun ini berasal dari campuran berbagai rempah-rempah yang dipercaya membuat citarasa yang enak di lidah. Selain itu banyak khasiatnya bagi kesehatan tubuh. Mudahnya, kita bisa membeli teh kemasan dari India di supermarket atau toko yang menjual kebutuhan dari India.

Hal menarik Chai ini bisa dibuat di rumah dengan kreasi sendiri sesuai selera. Di India, chai biasa disajikan di warung makan atau restoran. Budaya minum teh mungkin dipengaruhi bangsa Inggris yang pernah datang ke sana. Sebagaimana kita ketahui bangsa Inggris suka dengan budaya minum teh.

Chai yang terkenal adalah Masala Chai. Ini seperti air panas yang dicampur rempah seperti cengkeh, jahe, kayu manis, kapulaga, pala, dan lada hitam yang lezat. Hasilnya, teh ini berasa hangat di badan. Kalau menurut saya, rasanya sedikit mirip dengan minuman lokal bandreks. Rasanya sama-sama pedas di tenggorokan.

Masala chai yang berasa pedas tak semua menyukainya. Oleh karena itu, mereka menambahkan lagi susu dan gula yang banyak sehingga rasanya mudah diterima. Menurut saya, chai jenis ini juga mudah ditemukan di restoran India.

Tak hanya masala chai, chai juga bisa dikemas dengan rempah lain seperti cinnamon dan jahe misalnya. Lalu tambahkan susu dan gula agar rasanya manis dan diterima banyak orang. Rempah-rempah lain yang juga dicampurkan dalam chai misalnya kapulaga dan adas. 

Saya pikir rasa enak pada chai tergantung dari seberapa banyak memasukkan rempah-rempah tersebut sehingga rasanya tepat enaknya. Kebayang jika terlalu banyak jahe merah misalnya maka chai akan berasa panas tak enak di tenggorokan. Begitu seterusnya. Lalu gula dan susu juga perlu sebagai pelengkap rasa ditambahkan pada racikan air rebusan rempah-rempah.

Jadi jelas teh yang biasa diminum di Indonesia berbeda dengan teh chai dari India ‘kan? Apakah anda tertarik mencobanya?

Advertisements

Categories: FOOD

Tagged as: , , , , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.