ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Mengamati Gaya Arsitektur Gereja Katolik di Bavaria, Jerman: Ciri Backsteingotik atau Brick Gothic (3)

Gereja Katolik St. Martin, dekat Landshut.
wp-image-1323664648Kota Landshut dari atas, Gereja Katolik St. Jodok (kanan) juga bercirikan arsitektur backsteingotik.


Salah satu Gereja Katolik lain di Munich yang juga punya ciri arsitektur backsteingotik. 


Melanjutkan hasil pengamatan soal arsitektur Gereja Katolik di seputar Bavaria, saya mendapatkan satu lagi ciri arsitektur yang jarang dijumpai. Suatu kali saya berhenti di Landshut, Niederbayern. Saya menjumpai bangunan yang berbeda dan indah sekali, termasuk pada Gereja Katolik yang jadi landmark kota tersebut. Beberapa Gereja Katolik lainnya di sekitar juga bercirikan sama, Backsteingotik dalam bahasa Jerman.

Baca:

  1. https://liwunfamily.com/2017/12/21/mengamati-gaya-arsitektur-gereja-katolik-di-bavaria-jerman-gaya-baroque-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/12/23/mengamati-gaya-arsitektur-gereja-katolik-di-bavaria-jerman-gaya-gothic-2/

Di Landshut, ciri bangunan backsteingotik terdapat pada kastil “Burg Traunitz” yang begitu melegenda dan terlihat menawan dari bawah. Cerita kastil tersebut akan saya lanjutkan pada artikel selanjutnya.

Backsteingotik, sebenarnya diambil dari kata backstein yang merujuk pada batu bata merah. Kemudian gotik tentu merujuk pada ciri khas gothic, seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya. Pada bangunan gothic, ciri yang menonjol terlihat seperti keruncingan menara. Jadi backsteingotik bisa dikatakan perpaduan antara keduanya. Dalam terjemahan bahasa Inggris, disebut Brick Gothic.

Sebenarnya tak hanya di Jerman, bangunan dengan ciri khas backsteingotik ditemukan. Bangunan seperti ini juga tampak mencolok di Polandia, Belanda dan Inggris. Itu yang saya ketahui. Ketika saya berbicara dengan seorang pastor di sini, dikatakan Gereja Katolik bercirikan backsteingotik lebih banyak terlihat di wilayah Jerman bagian utara. Pembangunan bercirikan gaya arsitektur ini sudah dimulai sejak abad 12 hingga 16 di wilayah Eropa yang berdekatan dengan laut Baltic.

 

Menurut anda apakah bangunan bercirikan backsteingotik terlihat lebih mudah dibandingkan kedua ciri arsitektur sebelumnya?

cropped-wpid-img-20140316-wa0012.jpgGereja Katolik St. Jodok tampak depan.

Gereja Katolik St. Jodok tampak samping.

Setelah saya amati dinding Gereja Katolik yang bercirikan backsteingotik ternyata bata merah tersusun dengan rapi dan arsitektural. Artinya, ini dibangun dengan penuh ketelitian dan terkesan kokoh hingga bertahan ratusan tahun. Konon tak tersedia lagi batu bangunan sehingga dipergunakan bata merah yang terbuat dari tanah liat.

Bata merah yang tersusun tersebut menjadi begitu menawan mata saat saya melihatnya dari kejauhan. Biasanya saya menemukan Gereja Katolik bercirikan baroque atau gothic, maka saat saya menemukan bercirikan backsteingotik tentu ini merupakan hal yang menarik. Ulasan bangunan bercirikan backsteingotik akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya. Namun setidaknya, ada juga Gereja Katolik yang bercirikan backsteingotik di Jerman bagian selatan.

Saya juga pernah mengunjungi gaya arsitektur backsteingotik di Vietnam Selatan, tepatnya di Ho Chi Minh City. Katedral Notre Dame bercirikan bangunan backsteingotik juga terlihat menawan sehingga dijadikan landmark kota.

Katedral Notre Dame, Ho Chi Minh City juga bercirikan arsitektur backsteingotik. Foto diambil 2010.


Ada pendapat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.