ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Zwei Mal Gebratene Fischwürfel dan Shanghai Gebraten Ente: Rekomendasi Tempat (10)

Kedua menu pesanan sudah datang.

 

zwei mal Gebratene Fischwürfel mit Bambu.

 

Shanghai Ente.

 
Siapa pun senang jika mendapati pemilik dan pramusaji di restoran begitu akrab dengan pelanggan. Ini pula yang membuat kami datang lagi ke restoran sederhana milik orang Vietnam yang hijrah ke Jerman sejak sepuluh tahun lalu.

Nama restorannya, Asiabistro-Bambus yang terletak di pinggir Niederbayern. Begitu mengenal saya dari Indonesia, pemilik langsung ramah dan bercerita pengalamannya selama hidup di Jerman. Saya salut bahwa ia bisa berjuang dan membuka bisnis restoran ini. Perantau yang hebat!

Kembali ke soal restoran, tempat ini begitu sering didatangi banyak orang Jerman yang suka menikmati masakan Asia. Mungkin rasanya yang enak atau pemiliknya yang ramah nan bersahabat, entahlah. Suasananya memang kekeluargaan seperti masakan rumahan khas Asia.

Pilihan saya kali ini adalah Shanghai Ente, yakni bebek goreng krispi yang menggunakan saus yang disebut Shanghai. Bebek goreng ini renyah dan gurih sekali. Saya suka. Sepertinya, pemilik sekaligus tukang masak tahu betul bagaimana menggoreng bebek dengan benar. Tak hanya, potongan bebek bertepung saja yang saya dapatkan. Di dalam rupanya ada sayuran seperti wortel, buncis, brokoli dan jamur yang ditumis ringan.

Sedangkan pilihan suami saya adalah zwei mal Gebratene Fischwürfel. Suami saya suka sekali makan ikan. Di menu ini adalah ikan yang digoreng tepung dan dimasak bersamaan dengan tumisan sayuran bambu. Dalam buku menu tertulis jika masakan ini berasa pedas. Rupanya saus yang digunakan adalah cabai halus.

Jika semua makanan terasa enak dan lezat di lidah, lalu pilihan selanjutnya apakah anda suka dengan restoran bergaya kekeluargaan yang ramah atau restoran eksklusif?

Suasana restoran.

 

Teh hijau.

 

Rasanya betah berlama-lama duduk di sini karena suasanya yang kekeluargaan dan akrab dengan pemilik.

 

Saya sudah datang beberapa kali ke restoran ini. Sang pemilik selalu menyapa dengan ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Tak hanya itu, tamu yang datang juga saling menyapa satu sama lain seperti teman saja. Ini seperti bukan di Jerman! Kami saling menyapa satu sama lain meski tak kenal. Beberapa pria Jerman terlihat duduk sendirian menikmati masakan Asia dan bir.

 

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as: , , , ,

3 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s