Tiap negara punya kebiasaan dan tradisi masing-masing dalam menyambut bayi yang baru lahir. Saya memperhatikan kedua orangtua yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda pun demikian dalam menyambut kelahiran bayi.

Percaya atau tidak tradisi merayakan kelahiran seorang bayi pun nyatanya masih dipelihara dan dilakukan di Jerman, tepatnya di wilayah Bavaria. Jerman secara keseluruhan punya beragam tradisi, namun Jerman bagian selatan ternyata cukup unik menyambut kehadiran anggota keluarga yang baru lahir.

Setidaknya saya mencatat tiga hal yang menjadi tradisi menyambut kelahiran bayi berdasarkan hasil pengamatan saya di sini. Seperti yang pernah saya ceritakan tentang seorang kolega yang baru saja melahirkan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/28/a-story-how-to-find-the-adorable-newborn-baby-gifts/

1. Memasang burung bangau buatan di depan rumah

Burung Bangau di depan rumah.
Di rumah lain yang merayakan kelahiran bayi pun demikian.

Ada sebuah legenda di Bavaria begini “der storch bringt ein baby.” Legenda ini diciptakan saat seorang anak ingin tahu dan bertanya bagaimana saya bisa datang ke dunia. Untuk menjawab pertanyaan anak, orangtua pun menceritakan legenda bahwa seekor burung bangau telah meletakkan bayi dalam paruhnya dan membawa bayi itu ke rumah. Itu adalah si anak.

Jika dulu saat saya masih kanak-kanak, saya percaya apa yang dijelaskan oleh ibu saya. Bahwa saya dibuat dari adonan tepung seperti layaknya kue. Entah mengapa saya benar-benar mempercayai itu hingga duduk di bangku sekolah dasar. Begitulah, masing-masing budaya punya kebiasaan tersendiri untuk menjelaskan kehadiran seorang bayi.

Berdasarkan legenda burung bangau tersebut, di wilayah Bavaria akan ditemukan rumah-rumah yang memasang burung bangau kayu untuk merayakan kelahiran bayi. Jadi jika anda menemukan burung bangau kayu dipasang di dekat pagar rumah, artinya ada seorang bayi baru lahir.

Demikian juga ada perayaan syukuran yang dilambangkan dengan burung bangau. Atau kartu ucapan kelahiran bayi pun bisa saja bergambar burung bangau.

2. Menanam sebuah pohon (tanaman)

Seorang kolega baru saja melahirkan, seorang teman bermaksud membuat kolekte uang untuk memberikan hadiah. Saya pun setuju. Di akhir penyerahan hadiah, saya kaget ternyata hadiahnya adalah tanaman.

Tanaman yang kelak tumbuh menjadi pohon memberikan lambang kehidupan. Bahwa semua berawal dari hal terkecil untuk menjadi besar. Perlu diberi pupuk, dirawat dan disiram agar berkembang baik. Demikian pula dalam kehidupan seorang anak.

Ada orangtua yang menanam tanaman di halaman atau kebun rumah saat anaknya baru lahir. Pohon akan diingat dan juga memberi makna tentang sebuah kehidupan.

3. Memasang jemuran berisi popok dan pakaian bayi

Tradisi ini katanya sudah jarang dilakukan mengingat kebanyakan orang Jerman di sini sudah tidak lagi menjemurkan pakaian lagi. Mereka punya mesin cuci yang cukup mengeringkan pakaian. Jika perlu, jemur pakaian pun di tempat tertentu dan tidak terlihat seperti jaman dulu. Apalagi di musim dingin, bagaimana bisa menjemur pakaian? Ini kali jadi alasan sudah tidak lagi menjemur pakaian di luar.

Menurut suami saya, menjemur popok dan pakaian bayi di halaman rumah menunjukkan bahwa seorang bayi baru saja lahir. Jika popok dan pakaian bayi didominasi warna biru maka anak yang lahir adalah anak laki-laki. Sebaliknya jika didominasi warna merah muda (pink) maka anak yang lahir adalah anak perempuan.

Begitulah hasil pengamatan saya di sini. Bagaimana pengalaman anda saat menyambut bayi yang baru lahir?