Saya senang. Saya susah. Saya bahagia. Saya menderita. Saya pintar. Saya tidak menarik. Semua ada di dalam hati, apa yang dirasakan hati adalah cermin diri sendiri.

Jika saya bahagia itu karena hati juga merasakan kebahagiaan itu. Begitu pun sebaliknya. Dunia yang saya rasakan bergantung pada bagaimana suasana hati yang diciptakan.

Jika saya marah maka dunia sekitar saya akan terasa penuh amara dan angkara. Namun begitu saya senang maka dunia sekitar terasa menyenangkan.

Jika ingin tahu seperti apa dunia kita masing-masing, lihatlah ke dalam hati sendiri! Saya sedih dan menderita maka dunia terasa buruk bagi saya. Begitu sebaliknya. Dunia yang saya buat begitu mempesona dan indah karena saya merasakan bahagia, penuh syukur dalam hidup.

Saya belajar hari ini bahwa dunia diri sendiri tercipta dari apa yang dirasakan. Rasakan bahagia dan penuh syukur maka itu adalah dunia yang membahagiakan.

Saya bertemu dengan seorang pria bijak yang tak sempurna secara fisik. Ia bercerita bagaimana ia berjuang mengatasi masalah hidupnya. Bahwa bersyukur adalah cara membuat dunia sendiri terlihat indah dan membahagiakan.

Bagaimana pengalaman dan pendapat anda sendiri?