FOOD

Spaghetti Pesto, Kenyang Meski Tanpa Daging: Makanan Khas Italia (4)

Happy Valentine! Seluruh umat Katolik di seluruh dunia menyebut hari ini sebagai hari “Rabu Abu” atau Ash Wednesday. Dalam bahasa Jerman disebut “Ashermittwoch.” 

Sejak minggu kemarin, kami di sini sudah berpesta yang disebut Fasching untuk menyambutnya. Selain pergi ke Gereja di hari ini, salah satu hal yang dilakukan di wilayah Bavaria sebagai mayoritas penganut Katolik adalah pantang makan daging, termasuk saya dan suami. Restoran banyak menyajikan menu masakan ikan atau tanpa daging.

Menu berikut yang dibagikan adalah spaghetti tanpa daging sama sekali. Mungkin ini bisa jadi ide bagi anda sebagai penyuka vegan atau memang sedang pantang daging seperti saya pada hari ini.

Namanya, Spaghetti Pesto dengan saus yang belum pernah saya coba sebelumnya. Mungkin anda juga belum menemukan saus ini di Indonesia. 

Sementara suami saya memilih makanan Jerman seperti biasanya. Artikelnya menyusul.

Makanan pun cepat tersaji sepuluh menit setelah saya memesan. Memang restoran ini memang diperuntukkan untuk persinggahan sesaat, bukan sekedar hiburan apalagi menikmati waktu. Jadi pelanggan datang dan pergi dengan cepat.

Spaghetti Pesto jika ditelusuri memang berwarna hijau. Sebagaimana normalnya saus spaghetti berwarna merah karena menggunakan pasta tomat. Sedangkan saus pesto tidak menggunakan tomat sama sekali. 

Warna hijau yang dihasilkan berasal dari daun basil. Sausnya terasa creamy menurut lidah saya. Padahal spaghetti ini tidak menggunakan daging apa pun sama sekali. Namun spaghetti saya benar-benar mengenyangkan meski tanpa daging sekalipun. 

Setelah diusut, rasa mengenyangkan dari krim yang dicampurkan bersama kacang pinus dan daun basil. Semua bahan sepertinya dicampur dengan indah dan pas sekali. Bahkan pramusaji masih menambahkan keju parutan, garam dan merica di hadapan saya jika masih diperlukan.

Hal menarik dari spaghetti saus pesto, meski tanpa daging namun ada taburan kacang pinus yang disertakan dalam saus. Anda tentu tidak pernah menemukannya di saus spaghetti lainnya.

Selamat memasuki masa Prapaskah saudara seiman! ❤

Advertisements

Categories: FOOD

Tagged as: , , , , , ,

2 replies »

    • Sebagian orang di sini masih memandang Valentin bukan tradisi di sini namun sebagian lagi merayakannya seperti biasa begitu romantis bersama pasangan dan keluarga. Tidak melulu pink sih pak, cuma banyak dijual pernak-pernik valentin di supermarket seperti biasa industri bisnis.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.