OPINION

7 Alasan Orang Mencontek Kala Ujian

Ilustrasi.

How do you think about attitude of students toward cheated in exams? This is harmful. Why. They shouldn’t get better score in its wrong way. In fairness, exams is aimed to assess individually the student’s performance after learning in periodic time. This post is about my opinion which is seven reasons why they did cheating in exams.

My mom adviced me “Dear, exams is important to asses your knowledge as the result of learning. But honesty is necessary to assess your attitude.”

Bahasa Indonesia

Kebiasaan mencontek tidak lepas dari kepribadian. Ini bukan si A atau si B dari negara mana berasal tetapi dari pribadinya, mengapa mencontek? Ujian baru saja berlalu. 

Biasanya di kelas diberi jarak satu sama lain antar siswa sehingga satu sama lain tidak bisa saling melihat kinerjanya. Tentu juga pengawas kelas juga jeli melihat siswa-siswa yang kedapatan mencontek atau bekerjasama. Bagi saya sih, terserah nilainya berapa asalkan saya tidak mencontek. Saya tak tahu harus dimana diletakkan muka saya jika saya mencontek. Itu prinsip saya. 

Ada satu kelas dimana kelasnya besar. Akhirnya tidak bisa diberi jarak lagi sehingga diberi pembatas yakni papan yang sengaja dibuat sebagai sekat pembatas antara satu siswa dengan siswa lain. Menarik idenya! Hanya saja butuh banyak papan yang diperlukan. Namun papan ini bisa disimpan dan digunakan lagi jika ada ujian.

Keluar dari ide papan pembatas untuk mencegah mencontek, saya ingin menjabarkan alasan orang mencontek kala ujian. Hal ini jadi topik diskusi antara saya dengan teman-teman.

1. Orang mencontek karena tidak percaya pada kemampuannya sendiri.

Jika seorang percaya diri dengan kemampuan dan kepandaiannya, entah dia belajar dengan baik atau tidak, maka dia akan tetap tidak mensontek. Dia yang pede dengan potensinya, tidak akan tergoda untuk mencontek meski ada kesempatan. So kata mereka “Pede aja lagi.

2. Orang mencontek karena ingin hasil terbaik tetapi melupakan cara yang jujur dan benar.

Semua pelajar pasti ingin memperoleh nilai yang terbaik dan tertinggi. Dengan begitu hasil belajar mereka diakui. Mereka dinyatakan lolos ujian karena mendapatkan nilai yang disyaratkan. Demi mendapatkan hasil yang terbaik, terkadang ada cara tidak jujur yang dilakukan, yaitu mencontek.

3. Orang yang mencontek karena tidak siap menerima kegagalan.

Semua pelajar dan siswa paham bahwa ujian adalah cara untuk menentukan keberhasilan pembelajaran. Namun sayangnya, ada saja pelajar dan siswa tidak siap menerima kegagalan bilamana mereka tidak sungguh-sungguh belajar menghadapi ujian. So daripada menghadapi kegagalan, lebih baik memperjuangkan cara agar bisa mendapatkan nilai baik dengan mencontek. 

4. Orang yang mencontek karena mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik. 

Alasan selanjutnya, mereka yang mencontek yakni mereka tidak mempersiapkan dengan baik. Mereka tidak belajar sungguh-sungguh. Pastinya siapa pun yang belajar paham bahwa ujian bertujuan untuk mengetahui kemampuan belajar individu. Seyogyanya setiap individu yang belajar sudah mempersiapkannya menjelang ujian.

5. Orang yang mencontek karena kurang gigih dan tekun belajar.

Siapa pun tak suka disebut pemalas, namun apa daya ketika ujian menjelang. Mereka seharusnya gigih dan tekun belajar sebagai persiapan menghadapi ujian. Cara pintas pun alias mencontek dilakukan bilamana itu terjadi. 

6. Orang yang mencontek karena ada kesempatan.

Segala upaya dilakukan agar ujian bisa berlangsung tertib dan ketat. Nyatanya ada saja celah yang menjadi kesempatan agar aksi mencontek bisa dilakukan. Jika pengawas lengah, lalai, membiarkan misalnya maka bukan tidak mungkin mencontek pun terjadi.

7. Orang yang mencontek karena terbiasa melakukannya.

Mereka yang mencontek kala itu mengakui bahwa ini bukan pengalaman pertama melakukannya. Artinya, mereka yang terbiasa mencontek menjadi sebuah “kebiasaan” sehingga perilakunya pun berulang. 

Alasan di atas bukan kajian teoritis hanya pengalaman praktis sebagai hasil diskusi. Sejatinya, setiap invidu yang belajar sadar betul bahwa suatu saat akan ada ujian. Ujian itu penting, namun kejujuran yang utama.


Anda sendiri bagaimana?

Advertisements

Categories: OPINION

Tagged as: ,

5 replies »

  1. Boleh menambahkan?
    Ada satu alasan dari orang-orang yang saya kenal, yang cukup membuat saya sebal. Menurut mereka, mencontek merupakan sebuah bentuk solidaritas, di mana mereka melakukannya beramai-ramai, agar mendapatkan hasil ujian yang sama-sama bagus.
    Ya sebenarnya saya pun sesekali terpaksa ikut terlibat, demi “solidaritas” itu.

    Liked by 1 person

    • Wow… saya baru tahu ide ini. Tambahan yang menarik. Justru solidaritas yang salah ya. Mungkin jika masih remaja, pengaruh peer-groups itu bisa jadi alasan mencontek. Namun jika sudah setua saya, apa iya masih terpengaruh teman sebaya🤔 menarik😊 Terimakasih ya😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.