COMMUNICATIONS

Ini Alasan Teman Saya Berbagi dan Tidak Berbagi Foto Anak di Media Sosial

Every one as parent has their own opinion in related with sharing pictures through social media. I have two friends who have a kid in unequal opinions how their response regarding social media.

One friend who has a daughter in 2 years old would like to share everything about kid’s development ages since born in social media. She thought that she was happy mom and let everyone knows about. Her opinion definitely stated that social media is an easier way to compile and document whatever happened with her kid.

Another friend who has a boy in 5 years old that dislike to share everything about her kid through social media. She has own reason in personally to protect away her boy from social media. Although they married legally, but she wouldn’t let all photos about kid in social media. She said “My boy is still a kid. He can’t decide it neither photos good nor bad for him. In future, he will do to upload everything he wants.”

Based on above, I’d like to share my professional experience when I was a worker in organisation for children welfare. When I needed a photo of kid into publicity, I had to ask his/her parent to fill  “inform consent” form that meant they as parent approved their kid to publish. As kid, they weren’t able to decide it, but parents were ought to.

***

wp-image-1342647739Ilustrasi.

Bahasa Indonesia

Saya punya dua jenis teman yang memiliki sikap berbeda saat keduanya memiliki buah hati. Keduanya adalah teman baik yang sama-sama menjadi teman baik dalam dunia maya maupun dunia nyata.

Teman yang satu sudah punya anak berusia dua tahun, sedangkan teman yang lain sudah punya anak berusia lima tahun. Keduanya bukan berasal dari Indonesia, saya mengenal baik di sini.

Teman yang sudah punya anak berusia dua tahun senang betul berbagi apa saja tentang perkembangan anaknya lewat media sosial. Mulai dari kelahiran anaknya, anaknya sudah tumbuh gigi hingga anaknya sudah bisa berbicara beberapa kata.

Tentu saya yang menyimak perkembangan anaknya di media sosial turut senang pula. Saya melihat banyak juga teman dunia maya yang memberi komentar atau menyukai apa yang dibagikan, terutama soal perkembangan anaknya. Dia pun juga tak segan-segan berbagi gambar dan cerita tentang segala hal yang menyangkut anaknya. Wajar saja, ini anak semata wayangnya kala usianya tak lagi muda.

Teman yang lain dan sudah memiliki anak berusia lima tahun memilih tak suka mengabadikan apa pun tentang anaknya di media sosial. Mereka berbeda pendapat rupanya.

Teman yang suka mengabadikan anaknya di media sosial berkata begini “Saya senang dan bangga memiliki seorang anak agar seluruh dunia tahu betapa bahagianya saya sebagai ibu.” Lalu dia menambahkan bahwa anak ini hasil perkawinan yang sah dan tak perlu disembunyikan.

Suatu kali saya berfoto bersama anak dari si ibu yang tak suka berbagi foto anak di media sosial. Si ibu melarang keras saya untuk meletakkan foto tersebut di media sosial. Saya pun bukan pecandu media sosial dan saya janji tidak akan memuatnya. Berangkat dari fenomena itu, ini alasan teman saya tidak membagikan foto anak di media sosial.

Alasan pertama, anak masih dibawah 18 tahun yang memang perlu dijaga dan dilidungi dalam bimbingan orangtua. Ia menjaga anaknya dari kemungkinan buruk lainnya lewat foto-foto yang beredar di media sosial.

Alasan kedua, ia khawatir apa yang dibagikannya di media sosial belum tentu disukai anaknya kelak. Toh, apa yang sudah dibagikan lewat media sosial akan sulit dihapus jejaknya. Jadi biarkan saat anaknya sudah bisa memutuskan maka anaknya lah yang akan menentukan foto-foto yang menurutnya layak.

Alasan ketiga, kebahagiaannya sebagai ibu cukup dia saja dan orang-orang yang dikenalnya dalam dunia nyata. Toh, ia pun berbahagia sebagai ibu, hanya saja tak perlu dibuktikan pula ke semua orang lewat dunia maya.

Dari kedua teman di atas, silahkan anda tentukan bagaimana anda bersikap sebagai orangtua di media sosial!

Pengalaman saya saat saya bekerja di dunia anak bahwa saya memerlukan inform consent atau lembar persetujuan dari orangtua. Karena anak sampai dengan usia 18 tahun dan masih dalam pengawasan orangtua maka orangtua yang berhak memberikan persetujuan apakah foto dan profil anak boleh dipublikasikan dan disebarluaskan.

Begitulah, sekedar berbagi pengalaman dan pandangan.

Advertisements

Categories: COMMUNICATIONS, OPINION

Tagged as: , , ,

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.