Mie Pho di kedai Asia di Haupbahnhof München.

Mie Pho di kedai Asia di Passau.

Jika anda berkunjung ke Vietnam, makanan di atas yakni Mie Pho tak asing lagi dijumpai. Pasalnya makanan ini seperti makanan meriah, murah dan mudah di dapat di pelosok Vietnam. Jangan tanya berapa kali saya makan saat di Ho Chi Minh City! Sampai-sampai saya pun berkunjung ke Mie Pho yang dikunjungi Presiden USA, Bill Clinton. Cerita saya dapat di cek di sini.

Lain Vietnam lain pula di Jerman mengenai penyajian mie pho tersebut. Berjalan ke kota tua di Passau, saya mendapati restoran milik orang Vietnam. Saya memesan mie tersebut sembari menikmati suasana kota tua Passau nan cantik.

Mie pho yang saya pesan datang tiga puluh menit kemudian. Semangkuk mie dengan bihun putih, tauge panjang, daun bawang, daun seledri dan irisan daging sapi. Kuahnya pun tampak bening. Rasanya berbeda dengan mie pho yang pernah saya makan sebelumnya di negeri asalnya. Di Vietnam, saya akan menemukan daun basil dan daun ketumbar sebagai campuran.

Ya sudah dinikmati saja sajian mie yang sudah dipesan. Sementara suami saya memilih minum kopi saja dan menikmati camilan kue. Rasa mie tidak terlalu kuat dibandingkan harapan saya. Hambar, sepertinya ada yang kurang. Akhirnya saya pun mengambil saus sambal agar lebih nikmat. Entahlah!

Kemudian saya makin penasaran dengan mie pho. Saat di stasiun besar Munich, saya pun berhenti sesaat di kedai Asia. Wah, lagi-lagi mata saya tertuju pada Vietnamese Noodle. Saya pesan lagi.

Lima belas menit berlalu, si pramusaji yang juga merangkap kasir menyebut pesanan saya. Bergegas saya ambil mie pesanan saya. Semangkuk mie pho berukuran besar dengan kuah kecoklatan seperti menggairahkan untuk dinikmati.

Jika kedua gambar mie disandingkan, maka anda bisa melihat perbedaannya. Bahwa mie yang baru saya pesan memiliki citarasa yang kuat dan enak. Ada rasa perpaduan aneka sayuran tidak hanya daun bawang dan tauge saja. Nikmat sekali!

Menyimak kedua gambar mie yang saya sajikan, anda akan pilih yang mana?