Vater werden is nicht schwer. Vater sein dagegen sehr. Gedicht von Wilhelm Busch.



Hari ini seluruh Jerman libur, sama seperti di Indonesia karena merayakan hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Namun ada yang berbeda di Jerman yakni hari ini dijadikan hari ayah dan para lelaki. Sejarah dan kisah yang melatarbelakanginya bisa dilihat dalam tulisan saya sebelumnya di sini.

Apa yang biasa dilakukan di hari ayah?

Para pria sekaligus ayah pada hari ini memang libur dan tidak bekerja. Mereka mengkhususkan diri bersama keluarga, bahkan ada yang sudah mengambil cuti besok Jumat sehingga memiliki waktu lebih panjang untuk liburan. Sebagian pria fokus pada keluarga. Sebagian lagi sibuk dengan para teman pria lainnya dan bersuka ria menikmati libur di biergarten.

Semua tergantung pada pilihan masing-masing orang. Pastinya hari libur bisa dinikmati semua orang, termasuk para perempuan dan anak-anak. Katanya ini tidak hanya di Jerman saja, negara tetangga seperti Austria dan Swiss juga libur.

Di gerai supermarket sudah memasang diskon dan sale untuk item para lelaki, menjelang hari ayah. Sebagian restoran ada yang memasang tarif khusus bagi para pria yang jadi pengunjung. Tiap orang yang saya jumpai pada hari Rabu kemarin memberi ucapan kepada para pria termasuk suami saya yang merayakan hari ayah pada hari ini.

Salah satu kekhawatiran saat hari ayah adalah para lelaki yang terlalu bersukaria merayakannya dengan minum bir berlebihan sehingga mabuk. Mabuk juga menjadi ancaman saat mengendarai mobil. Itu yang menjadi perhatian publik agar para pria benar-benar tahu batasan keriaan kala hari ayah tiba.

Selebihnya jika ada hal istimewa lainnya di hari ayah, saya akan tulis kembali.

“Herzliche Grüße zum Vatertag für alle Väter” 

Selamat merayakan hari raya bagi para ayah!