Pertama, saya mau sampaikan selamat menjalankan ibadah puasa bagi pengunjung blog yang merayakannya. Semoga ibadah puasa diberi kelancaran dan membawa berkah.

Lanjut ke postingan tentang nasi uduk yang begitu dikenal di Jakarta dan sekitarnya. Kali ini saya berbagi pengalaman membuat nasi uduk pertama kali untuk saya dan teman-teman asal Indonesia di sini. Tak ada orang yang percaya bahwa saya bisa memasak nasi uduk di sini dengan rice cooker.

Adalah beberapa teman mahasiswa asal Indonesia yang bertandang ke rumah saya pada hari Sabtu malam. Kami sepakat untuk memasak makanan citarasa Indonesia seperti nasi uduk dan ayam goreng penyet. Andai ada restoran Asia di sini yang menyediakannya, pasti sudah saya beli.

Sejujurnya ini kali pertama buat saya dan teman-teman memasak nasi uduk. Di Jakarta misalnya saya terbiasa makan nasi uduk untuk sarapan pagi. Atau nasi uduk dihidangkan dengan pecel lele atau pecel ayam. Ini benar-benar favorit saya. Saya lebih memilih untuk membeli nasi uduk kesukaan saya di warung. Dalam benak saya, memasak nasi uduk pastilah repot dan lama.

Apa yang terjadi jika saya rindu makanan favorit seperti ini saat berada jauh dari tanah air?

Saya undang teman mahasiswa asal Indonesia untuk memasak dan makan bersama di rumah. Saya sudah membeli semua bahan yang diperlukan. Tak ada satu pun dari kami yang ahli memasak, apalagi membuat nasi uduk. Jadi orang perantauan membuat kami harus belajar memasak. Dan akhirnya kami pun berhasil membuat menu yakni nasi uduk, ayam goreng penyet, lalap dan tahu goreng.

Berikut cara memasak nasi uduk dengan menggunakan rice cooker.

  1. Siapkan beras, santan, daun salam, garam dan sereh.
  2. Cuci beras. Masukkan beras di dalam wadah rice cooker.
  3. Beri air sebanyak 1 ruas jari, tambahkan santan, garam, sereh dan daun salam.
  4. Masak hingga tanak sekitar 30 menit.

Dari percobaan menggunakan rice cooker, berikut tips yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

  1. Saya menggunakan beras langkorn asal Thailand. Warna dan tekstur beras tidak seperti yang diharapkan. Jika ada pilihan beras yang mirip atau sama seperti di Indonesia, bisa anda coba.
  2. Rice cooker yang saya punya juga berbeda dengan rice cooker kebanyakan di Indonesia. Saya membelinya bukan di Indonesia. Sepertinya tidak tepat jika dibuat untuk membuat nasi uduk. Alhasil, bagian bawah nasi agak berkerak.

Pada akhirnya saya belajar bahwa segala cara bisa dilakukan jika kita mau berusaha melakukannya. Makanan adalah cara mengobati rasa rindu tanah air. Meski tidak seperti yang diharapkan, setidaknya saya dan teman-teman bisa menikmati kebersamaan dalam nasi uduk.

Apakah anda ada cerita lain soal nasi uduk?