ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Kuat Mana Bau Urine Setelah Konsumsi Asparagus atau Petai?

Spargelcremesuppe

Petai, bitter bean.

Why does asparagus make you pee smell? Due to asparagusic acid, some of us can actually smell it. Whether true or not the urine has smell odd after eating asparagus,  it is not big issue. In Indonesia I found another matter is caused smell peep. We usually called bitter bean as “Petai”. Yes, bitter bean nor parkia speciosa has caused urine odor longer and stronger than asparagus. I did it simple experiment after eating both in the difference time as my story followed. 

Hmmm, has anyone tried out?

****

Asparagus dalam bahasa lokal dikenal menjadi “spargel”. Begitu mudahnya menemukan asparagus saat ini di supermarket dan toko yang jual hasil panen. Asparagus selalu tersedia dan mendapatkan tawaran diskon, meski harganya tak murah ketimbang sayuran lain. Namun ini adalah “Spagerlzeit” musim asparagus dimana banyak restoran menyajikan menu asparagus secara istimewa. Baca juga cerita saya yang lain tentang menu asparagus di sini

Seorang teman mengatakan bahwa makan asparagus akan menimbulkan aroma tak sedap pada urine setelah kita mengkonsumsinya. Awalnya saya tidak menyadari itu hingga ia memberitahu saya tentang bau yang kuat saat kencing nanti. Ops, itu benar. Bahwa mengkonsumsi asparagus dapat menimbulkan aroma tak sedap pada urine, karena kandungan asparagusic acid di dalamnya.

Sudah sejak lama banyak orang mengkonsumsi spargel atau asparagus yang baik bagi nutrisi tubuh. Meski begitu sudah sejak lama pula, banyak ahli meneliti mengapa makan asparagus dapat membuat aroma tak sedap pada urin. Sebagian orang mengaku tidak menyadari bau itu saat buang air. Tetapi sebagian besar mengakui bahwa mereka merasakan aroma kuat yang aneh dan tak sedap pada urine setelah mengkonsumsi asparagus.

Literatur lain yang membuat penelitian multi bangsa pada orang-orang yang mengkonsumsi asparagus mengatakan pengaruh gen. Katanya ada sebagian orang yang memang menyadari bau tak sedap pada urine setelah makan asparagus. Namun pada mereka yang tidak mengakui bau urine muncul setelah konsumsi asparagus bisa jadi karena mereka tidak menciptakan bau itu dalam tubuh mereka. Atau mereka mengkonsumsi asparagus dalam jumlah kecil sehingga terserap atau tidak dikeluarkan dalam urine. Hmm, menarik ya!

Awalnya saya hanya tahu bau urine tak sedap hanya karena bau petai. Saya juga suka mengkonsumsinya karena petai semacam penggugah selera makan saya. Petai bersama lalapan dan sambal sudah membuat saya lahap makan. Nah, setelah mengkonsumsi petai maka bau urine pun tampaknya berbau aneh dan tak sedap. Bahkan aroma urine setelah mengkonsumsi petai lebih kuat dibandingkan saya mengkonsumsi asparagus. Tak percaya?

Saya didatangi teman dari Jakarta untuk liburan. Sebelum berangkat, dia bertanya apa yang bisa dibawakannya untuk saya. Saya meminta dia membawa petai. Tak tanggung-tanggung dia menyanggupi pesanan saya dalam jumlah yang banyak. Saya senang tak terkira karena rindu makan seperti di kampung halaman, Jakarta. 

Darimana saya tahu bahwa bau urine petai lebih kuat ketimbang asparagus?

Ini sifatnya subjektif setelah saya coba kedua makanan tersebut, petai di suatu masa dan asparagus di waktu lain. Saya mencium bau urine pada petai lebih kuat. Hal ini diperkuat oleh komentar suami saya. Entah karena saya mengkonsumsi petai dalam jumlah banyak atau ada alasan ilmiah lainnya. Meski bau urine pada asparagus juga ada setelah beberapa kali buang air, namun baunya tidak begitu kuat dibandingkan pada petai. 

Begitulah hasil pengalaman saya. Apakah ada pendapat?

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as: , ,

4 replies »

    • Bau yang dihasilkan asparagus itu tidak seberapa dibandingkan bau petai pak. Uniknya tiap orang bisa menyadari berbau apa tidak, artinya tidak semua orang.

      Saya kurang paham yang bapak maksud orang “Barat” tetapi tentu petai hanya umum di Asia saja. Petai di sini hanya ada di toko yang menjual sembako asal Indonesia, di supermarket di sini tidak ada petai pak. Itu artinya mereka tidak mengkonsumsinya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.