TRAVELING

Dürnstein, Austria: Kota Kecil di Pinggir Sungai Danube

Tampak kastil di atas bukit dan menara biru menghiasi kota Dürnstein.

Stift Dürnstein.

Selamat datang di kota Dürnstein.

Menjelajahi sungai donau dengan menggunakan kapal wisata adalah pilihan yang tepat. Pasalnya kita akan menyaksikan berbagai tempat yang menawan, bahkan pernah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Salah satunya adalah kota Dürnstein yang terletak di pinggir sungai donau atau danube ini. Kota ini berada dalam jangkauan distrik Krems, yang masuk wilayah lower Austria.

Meski kota Dürnstein termasuk kota kecil, namun kota ini sering dikunjungi wisatawan loh. Kota ini dikenal sebagai penghasil anggur terbaik. Tentu bukan karena anggur kota ini dikunjungi, di kota ini terdapat kastil yang pernah menjadi kediaman Raja Richard I dari Inggris. Dia ditahan di sana saat peristiwa perang salib pada abad 12.

Sebelum kita tiba di dermaga kota ini, tampak kejauhan adalah kastil di puncak bukit. Sayangnya kastil tersebut tinggal puing dan reruntuhan saja. Bayangkan bahwa kota ini sudah tercatat dalam sejarah pada abad 12, itu artinya kota ini termasuk kota tertua juga. Itu sebab tahun 2000 UNESCO menjadikannya sebagai salah satu situs warisan dunia.

Jika kastil itu tampak reruntuhan saja, dikarenakan menyimpan berbagai peristiwa dunia. Kastil ini bahkan sempat dihancurkan oleh pasukan Hungaria dan juga Swedia. Tak hanya itu peristiwa alam seperti kebakaran juga mewarnai kehancurannya. Karena begitu melegenda, tahun 1954 Pemerintah Austria menampilkan kota ini di belakang uang kertas 100 Schilling. Dulu mata uang Austria adalah Schilling, sebelum menggunakan Euro seperti sekarang.

Hal menarik dari kastil ini adalah julukan Raja Richard I sebagai The Lionheart. Konon reputasi raja sebagai pemimpin kuat dalam militer. Entah bagaimana ceritanya, hingga di abad 12 Raja Richard I ditangkap dan ditawan di kastil ini.

Di dermaga kota ini kita juga disuguhi menara Gereja Katolik yang indah berwarna biru muda, yang disebut Stift Dürnstein. Pada abad 14 bangunan ini sempat dijadikan biara yang kemudian pada abad 18 dihapus dan dijadikan paroki biasa.

Begitulah, selalu ada hal menarik dari sekedar menyusuri sungai danube.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.