ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Museumsdorf Bayerischer Wald: Sekolah, Penjara dan Anak-anak di Masa Lalu (3)

Melanjutkan kunjungan saya ke museum tentang kehidupan masyarakat Bavaria, Jerman sekitar abad 16 hingga abad 20 di masa lalu, berikut lanjutannya. Untuk cerita sebelumnya dapat ditemukan dalam link berikut

Anak-anak

Spielhäuschen tampak depan.

Anak-anak mendapatkan perhatian di Jerman. Anak usia sekolah wajib bersekolah, tidak boleh seorang anak bekerja. Sebegitu perhatiannya di sini soal hak anak untuk bermain, sampai-sampai area publik seperti ruang tunggu di kantor, rumah sakit, toko pakaian, klinik, bank atau lainnya maka tersedia area bermain untuk anak. Tentang hal ini, bisa baca ulasan saya di link ini. Nah di museum ini diperlihatkan bahwa sudah ada spielhäuschen yakni arena bermain anak di masa lalu.

Kereta bayi dari masa ke masa.

Salah satu kereta bayi yang ditemukan pada abad 19.

Tak hanya itu saja, saya melihat area transportasi umum ramah terhadap orangtua yang membawa kereta bayi. Di bis umum, selalu ada area ini dan mendapatkan perhatian khusus. Lalu juga area parkir tampak orangtua dengan kereta bayi pun turut mendapatkan perhatian di sini. Berkenaan dengan kereta bayi, di museum ini diperlihatkan dari masa ke masa tentang perubahan kereta bayi. Menurut literatur dikatakan kereta bayi telah ada sejak abad 12. Perlahan dikenal juga di Jerman dan dipergunakan orangtua di sini sekitar abad 19. Museum ini lengkap memperlihatkan tentang bentuk kereta bayi yang disimpan dengan baik di sini.

Sekolah

Di bangunan ini pernah menjadi sekolah dasar, penjara sosial dan kantor pemerintahan.

Untuk mengambil gambaran seperti apa sekolah pada masa lalu, museum ini menempatkan das schulhaus yang pernah ada di salah satu kota di Bavaria. Sekolah ini semacam sekolah dasar untuk anak-anak, yang dibangun pada tahun 1666-1667. Tentu gedungnya sederhana sekali pada masa itu, masih berdinding balok kayu dan bertingkat.

Di papan informasi di museum tertulis bahwa bangunan itu pernah menjadi sekolah pada tahun 1670 – 1780. Ada beberapa ruang kelas di situ. Simulasi di salah satu kelas dijelaskan bahwa satu kelas terdiri atas bangku kayu, meja kayu, papan tulis hitam, kapur dan penghapus papan serta beberapa buku pengetahuan dan alat bantu belajar. Dalam kelas juga ada papan mengenal huruf dasar.

Papan informasi menjelaskan contoh ruangan kelas yang berlangsung selama 110 tahun, sekolah di masa lalu.

Contoh ijazah sekolah tahun 1853.

Hal menarik adalah saya mendapati bagaimana di masa lalu sudah terdapat laporan capaian siswa. Tidak dijelaskan apakah ini per semester, per tahun atau lamanya tahun. Ijazah sekolah disebut dalam bahasa Jerman “Schulzeugnis” dari seorang siswa yang pernah bersekolah di abad 19. Ada beberapa subjek mata pelajaran yang tertulis dengan tulisan tangan halus yang sudah tidak bisa terbaca oleh saya. Hanya saja penilaian dari angka 1 hingga 5. Angka 1 berarti sangat baik hingga angka 5 yang berarti sangat kurang baik. Itu asumsi saya membacanya ijazah tersebut.

Anak-anak di sini diwajibkan untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan. Orangtua harus mengupayakan anak agar mendapatkan pendidikan dan kebutuhan yang layak. Bahkan pemerintah pun tak segan memberikan bantuan material hingga non material yang memfasilitasi anak agar mendapatkan perhatian yang layak. Itu sebab di sini semua orang sudah bisa memiliki kemampuan dasar yakni membaca, menulis dan berhitung. Bayangkan bahwa tahun 1600-an di salah satu kota kecil di Bavaria, Jerman sudah dibangun sekolah dasar.

Penjara

Pojok adalah contoh masker yang dikenakan pada patung sebagai contoh hukuman. Kiri adalah papan informasi.

Contoh masker yang dikenakan pada orang yang bersalah.

Selanjutnya adalah penjara atau tempat untuk menahan orang-orang yang dianggap bersalah. Mengapa saya membahas penjara? Rupanya bangunan sekolah yang saya bahas di atas, berakhir sebagai sekolah pada tahun 1780. Di bangunan yang besar ini pula berdampingan penjara yang berlaku sekitar abad 17. Bahkan tak hanya sekolah dan penjara saja, ada Rathaus juga yang dikelola dalam bangunan yang sama. Rathaus semacam kantor urusan pemerintah.

Penjara yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang bersalah dan melanggar norma sosial dan menyangkut moral misalnya mencuri, menggunjingkan orang atau menguping. Hukumannya pun lebih pada penahanan selama satu atau sekian hari yang memberi dampak jera pada orang tersebut.

Masih ingat tentang kunjungan saya ke Schärding, Austria? Di situ saya mendapati masker atau topeng yang dipasang di wajah, sebagai hukuman bila bersalah. Di sini diperlihatkan bagaimana wajah orang yang bersalah juga mengenakan topeng seperti itu. Dikatakan mereka yang suka menggunjingkan orang maka mendapatkan masker berlidah panjang. Mereka yang bersalah dan menguping maka mendapatkan masker bertelinga besar. Atau mereka yang mencuri tangannya dipasung dengan palang kayu.

Jangan tanya siapa yang menjatuhkan hukuman tersebut! Atau bagaimana mereka yang bersalah sampai mendapatkan sanksi dan hukuman itu. Di sini tidak dijelaskan.

Masih ada satu topik lagi yang akan dibahas selanjutnya.

Advertisements

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.