Lanjut dengan ulasan kuliner ala Jerman, berikut ini dijelaskan hasil kunjungan saya ke sebuah restoran tradisional di sini yang menyajikan burger. Yups, burger memang lebih populer dikenal sebagai makanan cepat saji karena banyak disajikan di gerai cepat saji. Ada yang mengatakan bahkan burger adalah makanan ala Amerika. Namun sesungguhnya di sini ada juga burger juga yang pastinya lebih lezat dan berbeda. Penasaran ‘kan?

Suatu hari di hari Minggu suami ajak makan di luar. Kami pun memilih restoran tradisional yang belum pernah dicoba. Akhirnya pilihan jatuh pada restoran di dekat perbatasan Jerman – Austria. Rupanya kami tidak mendapat tempat parkir dan sepertinya banyak tamu juga makan di situ. Jika memang tersedia tempat dan tak perlu reservasi maka kami lanjutkan pesanan. Itu pemikiran kami.

Masih ada tempat untuk kami di dalam, segera kami pun memesan makanan yang tertera di buku menu. Seperti biasa suami saya lebih memilih sajian yang sudah sekian kali dimakannya. Tak ada yang istimewa dari pesanannya. Sedangkan saya memilih burger ‘Hans’ yang terkesan menarik untuk dicoba. Menurut saya, jarang restoran tradisional yang menyajikan masakan Jerman yang menjajakan burger.

Selang tak beberapa lama, sajian saya dan suami datang. Di piring tersedia burger, kartoffelwedges dan saus tomat. Hmm, terlihat menggiurkan. Burger yang biasa ditemukan di gerai cepat saji berisi potongan daging ham, keju dan mayonnaisse. Di sini tidak. Burger berisikan potongan spanferkel yakni daging babi muda yang memiliki tektur masih lembut lalu dipanggang.

Burgernya sendiri terbuat dari roti gandum yang lembut. Kedua roti dipanggang. Bentuknya juga tak besar namun sesuai dengan ukuran daging di dalam. Untuk menambah citarasa burger diberi saus barberque yang benar-benar enak menurut saya. Tambahan selanjutnya dalam burger adalah salad.

Porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Bayangkan menyantap burger plus kentang ini sudah membuat perut kenyang. Namun ini layak jika anda ingin menikmati burger dengan rasa yang berbeda.