FOOD

Yakitori Spieße oder Hühnerfleisch Gebackenen, Sate ala Jepang atau Sate ala Vietnam: Makanan Khas Asia (34)

Sate ayam ala Jepang.

Sate ala Vietnam.

Orang Indonesia pasti mengenal sate yakni potongan daging yang ditusukkan di bilah bambu kemudian dipanggang di bara api. Untuk bumbu sate ala Indonesia tentu bermacam-macam. Ada yang berbumbu kacang, saus kecap atau hanya sekedar cabai dan bawang yang dipotong-potong. Makanan sate pun dijual laris manis dari penjual pikulan hingga restoran mewah di hotel berbintang. Namun bagaimana sate di mancanegara?

Kali saya perkenalkan dua sate dari Jepang dan Vietnam. Kebetulan saya menyantapnya keduanya dalam kesempatan berbeda. Sate asal Jepang diperkenalkan oleh seorang teman mahasiswa yang sedang melakukan studi pertukaran singkat di sini. Sedangkan sate ala Vietnam didapat saat saya mampir di restoran Asia yang dimiliki oleh seorang migran.

Pertama saya bahas adalah Yakitori Hühnchenspiese mit teriyakisauce mariniert. Itu adalah nama masakan yang disampaikan teman saya tersebut. Dia memasakkan untuk saya dan beberapa teman di acara perpisahan untuk short course di sini. Sebenarnya ada sushi juga, namun mata dan selera saya tertuju pada sate. Kemudian saya mengambilnya tiga tusuk dan sausnya.

Cara membuatnya pun mudah, menurut teman saya ini. Sate dipilih dari fillet daging ayam yang dipotong kecil-kecil. Tidak ada bumbu saat dipanggang, hanya diberi minyak wijen sedikit agar tidak kering. Lalu setelah agak matang, diberi saus teriyaki. Itu sebab namanya teriyakisauce mariniert, yakni saus teriyaki seperti memberikan rasa pada sate. Saus diolesi di sate hingga matang. Setelah matang, diberi biji wijen sebagai garnish. Tiga tusuk saja sudah jadi makan malam saya. Rasanya enak dan mengenyangkan.

Lanjut dengan sate ala Vietnam?

Adalah Nguyen, pemilik restoran di sini yang menyediakan menu sate dengan bumbu kacang. Agar mudah dimengerti pelanggan yang datang, tentu harus dijelaskan dalam bahasa Jerman. Menu ini bernama Hühnerfleisch gebackenen mit Erdnusssoße. Saat saya membaca menu ini dalam daftar, pikiran saya pun melayang memikirkan sate yang biasa dibuat ibu saya.

Selang beberapa lama pesanan saya pun datang. Ini adalah daging ayam yang dibungkus tepung kemudian digoreng. Memang daging ayam hanya fillet yang dipilih. Lalu diberi bumbu kacang yang memang sudah tersedia dalam bentuk kemasan di toko-toko Asia. Saus kacang diberi air sedikit, garam dan sedikit gula. Setelah daging ayam selesai digoreng, saus kacang disiramkan di atasnya.

Oh ya, sate ini juga tersedia sayuran tumisan seperti tauge dan wortel di tengah hidangan. Jadi tidak murni hanya daging ayam saja. Lalu mengapa diberi nama sate? Saya sendiri tidak enak hati bertanya pada pemiliknya.

Begitulah dua menu masakan yang menurut saya agak mirip sate, namun berbeda pengolahannya.

Jika harus memilih, anda suka yang mana, sate ala Jepang atau sate ala Vietnam?

Advertisements

Categories: FOOD

Tagged as: , , ,

3 replies »

  1. dulu pas sma saya ada ekskul bahasa jerman
    sempet sekali ikut pas awal pertemuan
    habis itu karena ngerasa gurunya gak asik
    jadi ya gak ikut lagi
    sekarang saya nyesel deh
    kalo ikut tuh ekskul
    pasti bisa dengan lancar baca Yakitori Hühnchenspiese mit teriyakisauce mariniert
    heuhuehue

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.