FOOD

Nasi Goreng atau Nasi Kuning, Kuliner Indonesia Tetapi Si Pembuat Bukan WNI: Makanan Khas Asia (33)

Nasi goreng.

Nasi kuning.

Apa yang saya lakukan jika saya rindu masakan tanah air? Pertama, saya akan tetap mencoba membuatnya sendiri di rumah. Kedua, saya cari restoran Asia terdekat yang bisa menyajikan mirip masakan rumahan.

Dalam dua kesempatan berbeda di suasana berbeda, saya berhasil merekam dua masakan yang menurut saya ini juga ada di Indonesia. Itu sudah membuat saya bangga manakala saya berkenalan dengan seseorang di sini. Lalu mereka menyebut nasi goreng sebagai kesukaan, itu sudah membuat saya terharu. Bahwa citarasa Indonesia pun sudah mendunia. Meski terkadang masih banyak restoran Asia yang tidak menyebutkan asal nasi goreng. Namun bagi saya, saya ingin mereka mengenal seperti Tom Yum yang disebut sebagai Thai Tom Yum dalam daftar menu mereka.

Pertama, saya mencoba nasi kuning. Dalam daftar menu, mereka tidak menyebut nasi kuning. Loh kok! Karena ada kata ‘reis‘ yang berarti nasi maka saya memilihnya. Kebetulan sudah lama tidak makan nasi. Setelah saya dapati pesanan saya, saya heran penampilannya seperti nasi kuning. Maklum saja nasi kuning juga sudah menjadi sarapan pagi ketika saya tinggal di Bandung.

Nasi kuning berisi sayuran seperti tauge, irisan wortel, irisan daun bawang dan terakhir yang membuat terkejut adalah jagung manis. Dalam pesanan dikatakan menu nasi kuning adalah “Bunter reis mit Hänchen” tentu ada potongan daging ayam di dalam. Lalu toppingnya diberi taburan bawang goreng. Jika menyimak dari nama menu maka dapat diterjemahkan nasi berwarna dengan ayam. Soal rasa, tidak ada rasa berlebihan seperti nasi kuning di Bandung. Terkadang dalam nasi kuning sesungguhnya saya mencium aroma kunyit, lengkuas dan santan. Ini tidak.

Lanjut kuliner kedua, saya lapar dan kemudian saya mendapati restoran Asia yang baru buka. Saya belum pernah makan di situ. Satu-satunya yang terpikir ketika sampai adalah memesan nasi goreng yang menurut saya cepat dan praktis berhubung saya sudah lapar. Menu berikut adalah nasi goreng yang pakai lama. Pasalnya si penjual lupa membuatkan pesanan saya hingga sejam dan lupa pula berkata “Maaf” sehingga membuat saya tidak merekomendasikan tempat tersebut.

Ketika saya protes dan maju ke kasir, segera si koki memasakkannya untuk saya. Biasanya nasi goreng adalah menu yang paling cepat disajikan di restoran Asia. Itu sebab saya memesannya. Nasi gorengnya pun tak istimewa hanya berasa garam dan lada saja. Isiannya ada udang dan aneka sayuran.

Dari kedua menu di atas, saya berpendapat nasi kuning dan nasi goreng negeri sendiri lebih kaya rasa. Bahkan nasi goreng itu lebih dari sekedar nasi yang digoreng.

Ada pendapat?

Advertisements

Categories: FOOD

Tagged as: , ,

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.