Tiap negara punya adab kebiasaan masing-masing. Begitu pun soal kebiasaan “urusan ke belakang” alias pergi ke toilet. Sebagai orang yang belajar perilaku, ilmu psikologi plus komunikasi maka saya senang mengamati dan bila perlu bertanya. Soal urusan pamit ijin “ke belakang” ternyata ini menjadi hal yang khas dan mungkin bisa dibagikan untuk diketahui bersama.

Saat saya belajar budaya dan bahasa Jerman, saya juga belajar bagaimana berbicara sopan untuk ijin ke toilet. Meski terkesan sepele, namun ini juga bagian dari tata krama. Tak mungkin sedang sibuk pembelajaran di kelas, saya langsung angkat tangan pakai bahasa Indonesia. Ada juga sih teman-teman lain berpendapat, cukup mengatakan kepada si pengajar ada kata toiletnya maka dia sudah mengerti. Namun lebih sopan jika kita bisa berkata “ich muss mall” yang diterjemahkan bebasnya saya pamit ada keperluan.

Namun dibalik itu semua, beberapa kenalan dari India, Pakistan dan Bangladesh di sini mengungkapkan dengan cara yang unik. Mereka menunjukkan jari kelingking, terkadang sambil berkata “ich muss jetzt gehen” yang diterjemahkan bahwa saya harus pergi sekarang. Awalnya saya yang melihat tidak mengerti.

Saya semakin penasaran ketika saya mendapati lagi seorang rekan kerja asal Pakistan. Kebetulan kami bertugas bersama. Tiba-tiba dia pamit pada saya sambil menunjukkan jari kelingking. Saya bertanya “was?” Kemudian dia menyahut lagi “Bitte Anna, ich muss jetzt gehen!” Saya masih bengong, dia pun berlalu dengan cepat.

Selang beberapa menit kemudian dia sudah kembali. Saya bertanya apa maksudnya dia menunjukkan jari kelingking dan pergi. Seingat saya dulu saat masih kanak-kanak, antar teman kita saling menunjukkan jari kelingking kemudian mengkaitkan keduanya. Itu tanda permintaan maaf. Sejak kecil, dalam berteman simbol jari kelingking adalah tanda damai antar teman.

Begitu cerita saya pada rekan saya ini.

Lalu dia menceritakan bahwa sebagian besar masyarakat India memang menggunakan jari kelingking untuk ijin ke toilet. Saya pun penasaran maksudnya.

Jika anda belajar yoga, anda paham bahwa ada lima elemen dalam jari. Ada elemen api, bumi dan seterusnya. Sedangkan jari kelingking merupakan elemen air. Itu sebab mereka menunjukkan jari kelingking yang merujuk pada elemen air, yang berkaitan dengan “urusan ke belakang.” Menarik ya!

Ternyata tak hanya soal elemen air saja, teman lain asal Pakistan berujar bahwa jari kelingking adalah jari paling kecil ketimbang lima jari lainnya. Menunjukkan jari kelingking menggambarkan bahwa ada urusan sebentar atau tak lama yang akan dilakukannya. Ya, “urusan ke belakang” memang tidak perlu waktu lama namun mendesak. Itu menyangkut kebutuhan biologis.