TRAVELING

Strasbourg, Perancis: Markasnya Kantor-kantor Uni Eropa

Tampak bendera-bendera negara Uni Eropa.

Stasiun utama.

Mungkin ini sungai yang sama, yang juga melalui Colmar.

Gereja katolik Saint Pierre dan petunjuk berjalan kaki ke area turis.

Ini bisa jadi petunjuk untuk sewa sepeda agar bisa menikmati kota ini.

Tampak dalam gereja katolik Saint-Pierre.

Jembatan penghubung antar dua negara, di bawahnya dalah sungai Rhine.

Setelah meninggalkan Colmar Perancis, tiga puluh lima menit kemudian kami sudah tiba di kota Strasbourg dengan berkendara roda empat. Karena pernah menjadi wilayah kekuasaan Jerman, kota ini ditulis menjadi Straßbourg. Selanjutnya saya akan menulis dengan Straßbourg.

Kota terbesar di timur Perancis ini berbatasan langsung dengan Jerman. Dari kota ini kita bisa melihat bahwa Jerman dan Perancis dibatasi oleh sungai Rhine. Kemudian sungai ini juga nanti akan terlihat saat kami berkunjung ke kota Bonn dan Köln, Jerman. Betapa panjangnya sungai ini ya! Di atas sungai terdapat jembatan penghubung dua negara, Jerman dan Perancis.

Jika anda ingin ke Colmar, anda bisa berangkat dari Paris dan berhenti di kota ini. Kota Straßbourg cukup besar dan megapolitan. Bahkan saya memuji stasiun utamanya yang dibangun dengan megah dan moderen. Keluar dari stasiun, kita menjumpai sejumlah bendera negara Uni Eropa. Rupanya kota Straßbourg dikenal sebagai ibukotanya ‘Uni Eropa’ karena beberapa kantor Uni Eropa berada di sini seperti Uni Eropa yang menangani HAM, Ombudsman hingga parlemennya. Lengkap!

Kota ini bak kota metropolitan, termasuk biaya hidup di sini lumayan merogoh kocek ketimbang di Colmar. Termasuk urusan ke toilet umum, kami perlu bayar 70 cents Euro. Untuk parkir, tersedia mesin kasir otomatis. Namun sayangnya mesin kasir hanya menerima uang koin, sementara tidak ada mesin penukaran uang kertas seperti di Jerman. Uang koin sangat berarti untuk parkir dan “urusan ke belakang.”

Berjalan ke pusat kota, banyak restoran dan kafe yang buka. Dari stasiun utama terlihat bangunan megah, gereja katolik Saint-Pierre yang bergaya gothik. Tampak indah dan agung. Kami berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Rupanya begitu ketat peringatan yang dipasang di pintu gereja demi keamanan dan keselamatan bersama.

Sepertinya di depan gereja ada sungai kecil yang mungkin terhubung dengan sungai di Colmar. Ini asumsi kami. Dari situ ada petunjuk untuk jalan kaki jika ingin ke katedral Strasbourg dan tempat wisata yang dijuluki “La Petite France” namun sayangnya kami melewatkan itu semua karena kami menginap di kota lain.

Kami mampir sebentar di kota ini untuk mencari makan siang. Bukankah kuliner Perancis terkenal lezat dan enak?

Nantikan liputan kuliner khas negeri ayam jago segera.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.