TRAVELING

Trier, Jerman (2): Imperial Baths, Pernah Jadi Permandian Termegah Dunia Namun Tak Selesai Dibangun

Sekembalinya dari Luxembourg, kami mampir ke Trier. Ternyata ada banyak hal yang menarik di sini. Jika anda suka sejarah, Trier wajib dikunjungi karena terdapat situs kejayaan kekaisaran romawi pada abad 3 hingga 5 Masehi. Dan tak hanya itu, mereka yang kagum pada pemikiran Karl Marx maka di sini tempatnya menyelami jejaknya. Ya, Trier adalah kota kelahiran Karl Marx.

Baiklah, kita fokuskan pada kunjungan pertama yakni The Imperial Baths. Tempat ini masih berkaitan dengan situs yang saya temukan di Konz. Itu artinya Trier pernah menjadi pusat wilayah kekaisaran romawi. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan situs bangunan di Konz dan kini di pusat kota Trier sendiri.

Baca https://liwunfamily.com/2018/10/10/konz-trier-1-melihat-sisa-sisa-kejayaan-kekaisaran-romawi-pada-abad-4/

Dari penelusuran informasi yang saya dapatkan, pembangunan Imperial Baths terjadi pada era Kaisar Konstantius I Chlorus yang memerintah sejak tahun 293 Masehi. Kaisar pindah ke Trier bersama putranya dan membangun Trier sebagai pusat pemerintahan saat itu. Putranya kemudian dikenal kemudian sebagai Kaisar Konstantin I. Beliau ingin menjadikan Trier sebagai “Roma kedua”.

Salah satu bangunan yang megah pada era kejayaannya adalah permandian Kaisarthermal atau the imperial baths. Tercatat hingga tahun 316 Masehi pembangunan permandian ‘the imperial baths’ tak selesai, bahkan tak pernah selesai. Padahal awalnya permandian tersebut ingin dijadikan yang termegah di dunia pada masa itu.

Bagaimana tidak megah dan mewah dalam permandian tersebut? Di era tersebut terbayang ada permandian air panas dengan fasilitas mewah. Katanya orang yang datang tak hanya menikmati fasilitas mandi seperti biasa tetapi ada fasilitas memijat, kecantikan, bersantai, membaca buku hingga kepentingan bisnis lainnya. Rupanya tak hanya fasilitas itu saja, reruntuhan yang tingginya 19 meter yang terlihat dan masih ada hingga sekarang, direncanakan sebagai area teater untuk 650 kursi. Bangunannya disebut amphiteater seperti di Roma. Keren ya!

Sayangnya pembangunannya tak pernah selesai dibangun. Pergolakan politik dan kekuasaan terjadi. Itu yang menentukan keberlanjutan pembangunan permandian ini. Di Konz sebagaimana cerita saya di sini, Kaisar Gratian memimpin di dinasti Valentinin. Dampaknya pun berpengaruh pada permandian mewah dan megah ini. Kaisar Gratian, Valentinin II (375-383 Masehi) memerintahkan agar para prajurit dapat tinggal di permandian ini. The imperial baths kemudian diubah menjadi barak prajurit.

Cerita yang menarik, apalagi jika anda bisa berkunjung menyaksikan pondasi batu yang menjadi kolam mandi air panas yang besar. Menyelusuri kemegahannya juga tidak hanya di atas saja, di bawahnya ada terowongan yang berbentuk labirin. Anda seperti diajak menyelami bagaimana mengesankannya permandian tersebut. Pasalnya di bawah ada lapangan berolahraga juga.

Meski kini situs tersebut tinggal sejarah, namun saya terkesan bagaimana ide permandian megah dan mewah itu pernah dibuat. Karena nilai historis yang terkandung dalam reruntuhan ini, UNESCO menjadikannya sebagai warisan dunia tahun 1986.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.