TRAVELING

Trier (3): Konstantin Basilika, Peninggalan Kekaisaran Romawi yang Megah di Abad 4

Sebagaimana cerita tentang Trier sebelumnya, bahwa Trier sempat menjadi “Roma Kedua” setelah Kaisar Konstantin I pindah dan menetap di situ. Itu sebab kita bisa menjumpai bangunan megah seperti Roma yang masih utuh atau pun tinggal puing reruntuhan saja. Padahal jauh sebelum dibangun oleh Kaisar Konstantin, Tier lebih dulu ada sebagai kota peradaban bangsa Celtic sebelum Masehi. Dengan begitu Trier termasuk kota tertua di Jerman.

Kota ini berada di lembah sungai moselle, dekat dengan perbatasan Luxrmbourg. Kota ini juga dikenal dengan produk agraria hasil anggurnya. Nama Trier semakin santer terdengar manakala lahir seorang pemikir dunia, Karl Max. Kota ini menyimpan berbagai bukti historis seperti kejayaan kekaisaran romawi. Selain the imperial baths, yang sudah ditulis maka kini adalah basilika konstantin.

Bangunan dari bata merah terlihat megah dan kokoh ini padahal sudah dibangun sejak tahun 310 Masehi. Pembangunannya terjadi saat Trier dipimpin Kaisar Konstantin I. Itu sebab namanya pun Basilika Konstantin. Dahulu kaisar memanfaatkan aula ini sebagai tempat untuk menjamu dan menghibur tamu yang datang.

Kemudian pada abad 17, basilika difungsikan sebagai kediaman uskup. Tak jauh dari basilika dibangun taman yang indah pada abad pertengahan. Setelah itu abad 19 arsitekturnya pun dialihfungsikan dan aulanya menjadi gereja protestan. Basilika sempat menjadi sasaran kerusakan saat perang dunia. Agar tetap menjaga konstruksi dan ciri peninggalan romawi, basilika mengalami perbaikan tanpa mengurangi nilai historis. Kini kita bisa mengamati arsitekturnya yang terpahat pada prasasti granit, depan basilika.

Interior dalam nampak banyak jendela dengan langit-langit dibuat tinggi. Cahaya dibiarkan masuk dari jendela. Konon ini menciptakan ilusi optik. Di aula dalam kini digunakan jemaat denominasi kristen protestan untuk beribadah. Meski sudah terjadi pergantian dan perbaikan, namun konstruksi bangunannya masih kokoh hingga sekarang. Di abad 4 saja sudah terpikirkan membuat pemanas ruangan bila musim dingin tiba. Keren ya!

Hal menarik lainnya, di seberang basilika nampak seperti alun-alun kota. Lapangan persegi ini dikenal sebagai Martin Luther Platz. Bahkan aula di basilika konstantin menjadi tempat ibadah jemaat denominasi kristen protestan. Ini menandai bahwa Trier yang sangat katolik dahulu, bisa menerima kehadiran ajaran protestan yang dicetuskan Martin Luther, warga Jerman pada 500 tahun lalu. Ini juga bukti menandai keragaman kota Trier sekarang.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.